Oleh: akbarmangindara | 28 Desember 2014

Selamat Tinggal 2014

Tersisa 3 hari lagi dan kita sudah berada di penghujung tahun 2014 dan berganti menjadi tahun 2015. Tahun 2014 ini penuh dengan perjuangan, terutama berjuang dalam menjalani profesi ners yang sementara ini saya masih berkutat di dalamnya.

Tahun ini saya melanjutkan profesi ners dan itu berarti hampir setahun pula saya menjalaninya. Sangat tidak menyangka akhirnya berada di titik ini. Tahun ini hampir semua hal fokus menjalani profesi ners. Hari-hari saya disibukkan dengan aktivitas di rumah sakit bersama pasien, laporan askep, analisis jurnal, responsi, diskusi dan seminar.

Di profesi Ners saya mendapat beberapa teman baru. Satu Teman yang cukup berkesan adalah K Ari, dia sekelompok dengan saya di profesi ners ini. Satu tahun profesi ners ini kita berdua hampir selalu bersama-sama terutama dalam hal dinas di rumah sakit. Sampai-sampai kami dijuluki duet maut. K Ari adalah rekan, partner kerja yang baik selama profesi ners ini.

Tahun ini saya belajar banyak hal terutama dalam hal kepemimpinan. Kebetulan saya dipercaya oleh teman-teman kelompok untuk menjadi ketua tim di kelompok VIII. Ya, kami adalah pejuang-pejuang kelompok VIII profesi Ners UIN Alauddin Angkatan 7. Karakter saya sebagai pemimpin betul-betul teruji di sini. Banyak suka duka selama memimpin tim ini.

Selama memimpin tim ini, saya menilai pribadi saya sendiri sebagai orang yang memiliki sikap arogansi yang cukup tinggi. Pokoknya pendapat saya yang harus diterima, kalau bilang A maka harus A tanpa mempedulikan pendapat dari teman yang lain. Pun saya juga adalah orang yang selalu tidak puas dengan hasil kerja teman-teman yang lain semisal ada tugas kelompok dan sudah diberikan masing-masing job, tapi selalu saja tidak sesuai dengan keinginan saya. Tapi gobloknya saya adalah saya tidak memberitahukan kekurangan mereka letaknya dimana dan saya ngambek sendiri tidak karuan. Hingga akhirnya salah seorang teman dengan tegas menegur sikap saya yang demikian.

Di awal-awal Ners saya sudah salah, saya terlalu berekspektasi tinggi dengan kemampuan yang teman-teman miliki. Di sini saya belajar bahwa apa yang kita harapkan tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Bahwa kita berada di dalam tim dengan berbagai problematika dan dinamika. Kata dosen saya manusia itu unik, setiap orang memiliki isi kepala yang berbeda-beda dan itu sangat manusiawi. Sepatutnya kita menghargai usaha orang lain, kalaupun ada sesuatu yang kurang kita ajari hingga di lain kesempatan bisa lebih baik lagi. Selama ini saya juga lebih banyak berorientasi dengan hasil teman-teman tanpa melihat prosesnya. Dari sini kemudian saya mulai sedikit demi sedikit merubah perilaku dan sikap saya. Intinya saya masih perlu banyak belajar tentang menjadi pemimpin dan menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Tahun ini cukup spesial bagi keluarga. Kakak kedua saya akhirnya melepas masa bujangnya dan menikah di Juni 2014 kemarin. Ini hajatan pernikahan pertama di keluarga kami. Semuanya berbahagia dengan pernikahan ini. Semua keluarga dekat maupun jauh pada datang semua untuk memberikan ucapan selamat dan amplop. hehehe. Saya sendiri lelah menanggapi pertanyaan “Akbar kapan nikah?”. Yahh, kalau buat saya pribadi, saya masih berjuang. Pokoknya target menikah itu sebelum memasuki gerbang 30 tahun.

Tahun ini juga saya melakukan perjalanan keliling Jawa Bali. Walaupun masih berkaitan dengan profesi ners dimana ada programnya melakukan “Hospital Tour” buat saya ini hal yang sangat menyenangkan. Bisa dikata sambil menyelam minum air. Sambil belajar di beberapa rumah sakit sekalian juga jalan-jalan dan melihat-lihat daerah lain di luar Sul-Sel.

Itu mungkin sekelumit cerita saya di tahun 2014 ini. Sebenarnya masih banyak, teman-teman bisa baca di tulisan dalam blog ini yang sempat saya posting. Semoga kalian sukses dan sehat selalu. Sampai jumpa di 2015.

Iklan
Oleh: akbarmangindara | 25 Desember 2014

Jalan-Jalan Seru Di Hutan Batu, Rammang-Rammang

???????????????????????

 

Setelah beberapa lama cuma bisa mendengar cerita-cerita tentang Rammang-Rammang dari teman-teman, akhirnya saya bisa juga menginjakkan kaki di tempat ini. Saya mengunjungi tempat ini bersama teman-teman komunitas Jalan-Jalan Seru Makassar dalam satu kegiatannya yang sering disebut #OneDayTrip. Baca Lanjutannya…

Oleh: akbarmangindara | 24 Desember 2014

5 Hal Menarik Di Coban Rondo, Malang

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota Malang, dan destinasi tujuan yang langsung saya tuju adalah Coban Rondo. Ini adalah catatan perjalanan saya di November 2014 kemarin di sela-sela hospital tour yang saya jalani bersama teman-teman profesi Ners UIN Angkatan VI. Coban Rondo sendiri berarti air terjun janda. Asal usul penamaan Coban Rondo sendiri, teman-teman bisa baca di blog Pegi-Pegi.Com. Yang pasti anda tidak akan pernah jadi janda jika anda seorang lelaki. Camkan itu. Baca Lanjutannya…

Oleh: akbarmangindara | 17 Desember 2014

Putra

Ini malam kedua saya bertugas di UGD. Semakin malam semakin sibuk, ini mungkin kalimat yang cocok disematkan untuk ruangan yang satu ini.

Hari ini cukup berat. Baru 2 jam yang lalu pergantian tanggal dari 16 ke 17 Desember 2014. Dan juga baru 30 menit yang lalu, kami kehilangan putra (5 tahun).

Pernah terbersit dipikiran bahwa profesi ini betul-betul bisa menyelamatkan. Tapi kemudian tersadar, disadarkan oleh putra bahwa kita betul-betul hanya bisa berusaha dan Tuhan jugalah yang menentukan segalanya. Hampir 3 jam lamanya kami (perawat dan dokter) berjuang untuk putra. Hingga dokter mengumumkan kematian putra dengan cara meminta maaf. Tangis pun pecah di ruang tindakan Instalasi Gawat darurat. Langkah kakiku sedikit terdorong ke belakang seakan tak percaya bahwa kita telah kehilangan putra.

Saya mungkin tak begitu mengenal putra, tapi mulai sekarang akan mulai mengenalnya. Mengenalnya sebagai pasien sekaligus salah satu guru terbaikku menjalani profesi ini. Darinya, untuk pertama kalinya saya melakukan tindakan RJP terhadap manusia langsung. Darinya saya belajar arti perjuangan. Bahwa berjuang tidak hanya boleh diucapkan tapi dilakukan hingga usaha terbaik dan terakhir kita. Sekali lagi kita betul-betul hanya bisa berusaha, hasil akhir Tuhan jugalah yang menentukan.

Selamat jalan nak Putra, berjumpalah dan berbahagialah dengan Tuhanmu.

Oleh: akbarmangindara | 7 Desember 2014

Hujan

Hari dimana saya bisa meluapkan kegembiraan tanpa takut apa yang akan terjadi nantinya. Kaki kecil berlari sekencang-kencangnya keliling kampung dengan badan setengah telanjang. Hujan di masa kecil adalah hari yang paling terbaik sedunia. Hari yang penuh dengan kebahagiaan.

Hari dimana saya berjumpa, bertualang bersama dengan teman baru. Menikmati setiap rasa yang ada. Tangis, tawa, canda dan cinta bersatu. Hujan menyelimuti peringai perjalanan di waktu itu.

Hari dimana saya bisa menjumpai pelangi. Menikmati mejikuhibiniu-nya. Begitu indah.

Inilah hujan yang sesekali menggelayutkan sepotong kerinduan yang sangat manis. Rasanya terkadang ingin kembali dan mengulang masa itu tapi saya tahu bahwa hal itu cukup dinikmati dalam bingkai “Kenangan”, disimpan dalam ruang hati yang paling terang yang suatu saat nanti bisa kita kunjungi.

*04.00 ditulis di dalam ruangan ICU, mendengarkan lantunan suara hujan saban subuh yang sementara mengguyur

Oleh: akbarmangindara | 26 November 2014

Malam di Kota Tua, Semakin Malam Semakin Jadi

Bulan di langit kota tua

Bulan di langit kota tua

Ini ketiga kalinya saya berkesempatan mengunjungi ibu kota Jakarta tapi yang pertama kali saya mengunjungi daerah Kota Tua. Kesan pertama sewaktu tiba disana adalah “Ramai”. Kota tua di malam hari jadi pasar tumpah. Kebetulan jarak Kota Tua dengan hotel tempat menginap cukup dekat sekitar 250-300 meter jadi cukup jalan kaki saja sudah nyampe. Saya kesana pas malam hari bersama teman-teman kampus, ada K maul, Resti, andar, sama K Ari. Baca Lanjutannya…

Oleh: akbarmangindara | 23 Oktober 2014

Seru-Seruan Di Trans Studio Makassar

19 Oktober 2014

Matahari masih terik dan saya juga sementara melatih di PMR Madya SMP 17 Makassar. Sumpah hari ini panas banget, mana debu bertebaran di mana-mana lagi. Berharap tidak akan muncul istilah “Jarak Kota Makassar dengan Matahari cuma 100 meter”. Nanti ke Bully kayak kota Bekasi. Pas jam 3 sore akhirnya saya selesai melatih juga.

Hari ini sebenarnya berasa galau terik. Saya punya 2 tiket masuk gratis ke Trans Studio Makassar tapi saya belum punya pasangan untuk diajakin gila bareng di dalam. Akhirnya secara acak saya cari nomor di handphone Nexian unyu saya dan saya putuskan nge Call si Andha. Doi adalah mantan pacar di dunia maya karena dulu sempat diputusin sepihak sama pacar. Supaya tidak kelihatan nge nesss banget akhirnya minta tolong sama dia untuk kita jadian via facebook. Gilanya dia setuju! Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: