Oleh: akbarmangindara | 17 Desember 2014

Putra

Ini malam kedua saya bertugas di UGD. Semakin malam semakin sibuk, ini mungkin kalimat yang cocok disematkan untuk ruangan yang satu ini.

Hari ini cukup berat. Baru 2 jam yang lalu pergantian tanggal dari 16 ke 17 Desember 2014. Dan juga baru 30 menit yang lalu, kami kehilangan putra (5 tahun).

Pernah terbersit dipikiran bahwa profesi ini betul-betul bisa menyelamatkan. Tapi kemudian tersadar, disadarkan oleh putra bahwa kita betul-betul hanya bisa berusaha dan Tuhan jugalah yang menentukan segalanya. Hampir 3 jam lamanya kami (perawat dan dokter) berjuang untuk putra. Hingga dokter mengumumkan kematian putra dengan cara meminta maaf. Tangis pun pecah di ruang tindakan Instalasi Gawat darurat. Langkah kakiku sedikit terdorong ke belakang seakan tak percaya bahwa kita telah kehilangan putra.

Saya mungkin tak begitu mengenal putra, tapi mulai sekarang akan mulai mengenalnya. Mengenalnya sebagai pasien sekaligus salah satu guru terbaikku menjalani profesi ini. Darinya, untuk pertama kalinya saya melakukan tindakan RJP terhadap manusia langsung. Darinya saya belajar arti perjuangan. Bahwa berjuang tidak hanya boleh diucapkan tapi dilakukan hingga usaha terbaik dan terakhir kita. Sekali lagi kita betul-betul hanya bisa berusaha, hasil akhir Tuhan jugalah yang menentukan.

Selamat jalan nak Putra, berjumpalah dan berbahagialah dengan Tuhanmu.

Iklan

Responses

  1. You did your best, I’m sure.

    Suka

    • thank you..

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: