Oleh: akbarmangindara | 2 Mei 2014

Penyakit Kanker Betul-Betul “Ganas”

Minggu ketiga pendidikan profesi ners saya ditempatkan di rumah sakit Bayangkara. Di rumah sakit yang identik dengan rumah sakit kepolisian itu saya harus menyelesaikan kasus untuk sistem Onkologi.

Bicara onkologi maka akan membahas seputar penyakit masa kini yang penanganan secara medik sangat susah dan berbiaya tinggi dalam pengobatannya. Kita memanggilnya “Kanker”.

Sudah tidak asing lagi di telinga mendengar kata “Kanker”. Sel-sel kanker adalah sel yang menjadi ganas dan menyerang organ-organ di dalam tubuh. Kalau penyebaran sel-sel kanker sudah kemana-mana biasanya sudah susah untuk di tangani secara medik. Saat ini pengobatan untuk penyakit Kanker di rumah sakit yakni pembedahan (Operasi) dan kemoterapi.

Bayangkan jika orang yang terkena penyakit Kanker adalah orang miskin. Seperti pasien saya yang pekerjaannya seorang ibu rumah tangga dari seorang suami yang berprofesi sebagai petani, lengkaplah sudah penyakit Kanker menjadi penyakit Ganas yang mematikan baik secara patologi penyakit maupun secara ekonomi. Di masyarakat sendiri penyakit kanker di plesetkan jadi akronim dari “Kantong Kering”.

Pasien saya memiliki masalah yang sangat komplikated. Hampir semua masalah keperawatan maupun secara medisnya terganggu. Sungguh pasien saya berada dalam tingkat kegalauan yang teramat dalam secara fisik maupun psikologis.

Setahun yang lalu masuk ruang operasi untuk pembedahan “colostomi” dan setelah itu harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Baru dua kali menjalani kemoterapi lalu berhenti dengan alasan kemoterapi yang ketiga sudah tidak ditanggung lagi. Pasien diminta untuk membayar biaya kemoterapi sebesar 15 juta untuk sekali melakukan kemoterapi. Dengan penuh kekecewaan karena tidak sanggup bayar, akhirnya pengobatan dihentikan dan setelah lebih setahun pasca pembedahan dan kemoterapi yang kedua, pasien masuk kembali.

Hampir sebulan lamanya pasien menjalani perawatan. Pada saat saya mengkaji, beliau sudah berada dalam keadaan yang sangat lemah. Sesekali terlihat menangis sambil memegang perutnya yang sudah membesar akibat obstruksi total dari kanker yang sudah bermetastase kemana-mana.

Pasien saya sudah mengalami dehidrasi sedang menjelang berat akibat mual muntah yang sering muncul. Setiap kali makan selalu dimuntahkan, akhirnya asupan nutrisi untuk pembentukan energi juga kurang. Obat-obatan yang di minum pun terkadang dimuntahkan kembali. Hal ini diperparah lagi karena kondisi dehidrasi yang diderita oleh pasien tapi tidak ada penanganan secara medik dari dokter yang menangani dan perawat senior yang merawat. Pun beberapa kali saya memediasi untuk penanganan dehidrasi pasien tapi selalu nihil dan tidak pernah ditanggapi. Apa daya seorang mahasiswa profesi ners, kita tidak bisa berbuat banyak. #GalauTotal

Dengan beberapa pertimbangan akhirnya setelah seminggu, pasien saya pulang di hari terakhir saya melaksanakan dinas di rumah sakit itu. Pun setelah mendapatkan beberapa pertimbangan dan memediasi dengan dokter terkait untuk melakukan rawat jalan untuk tindakan kemoterapi dari BPJS pemerintah yang ternyata ditanggung.

Dari pasien ini saya banyak belajar hal. Pasien-pasien kanker membutuhkan support tinggi dan butuh didengarkan oleh petugas kesehatan terutama dokter atau perawat. Kehadiran kita di dekat pasien setidaknya memberikan sedikit harapan hidup akan penyakit yang dikenal cukup mematikan ini.
***

Iklan

Responses

  1. Alm Bapak saya meninggal karena kanker, kami beruntung karena saat itu biaya pengobatan ditanggung negara asing *lagi sekolah soalnya*. Selain biaya yang tinggi, masalah lain dari kanker adalah kesakitan yang luar biasa. Saking sakitnya, bapakku sampai berdoa biar musuhnya sekalipun nggak kena kanker.

    Semoga kita semua bisa punya pikiran yang sehat, gaya hidup yang sehat biar selalu sehat ya!

    Suka

    • I am sorry to hear that. Amien, mudah2an ga ada yg kena lagi..

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: