Oleh: akbarmangindara | 9 Maret 2014

Susu sapi pada dasarnya Memang untuk Anak Sapi

images

Sumber Foto: Kaskus

Nutrisi yang terdapat dalam susu cocok untuk anak sapi yang tengah berkembang. Yang penting bagi pertumbuhan anak sapi belum tentu berguna bagi manusia. terlebih lagi, dalam dunia alami, hewan yang minum susu hanyalah bayi yang baru lahir. Tidak ada mamalia yang minum susu setelah dewasa (kecuali homo sapiens). Inilah cara kerja alam. Hanya manusia yang dengan sengaja mengambil susu dari spesies lain, mengoksidasi dan meminumnya. Ini bertentangan dengan hukum alam.

Di Jepang dan Amerika serikat, anak-anak di dorong untuk minum susu saat makan siang di sekolah karena susu yang kaya nutrisi dianggap baik untuk anak-anak yang tengah tumbuh. Namun, siapa pun yang menganggap bahwa susu sapi dan air susu ibu manusia adalah sama, tentunya sangat salah.

Jika anda mendata berbagai nutrisi yang ditemukan baik dalam susu sapi maupun dalam ASI, keduanya memang serupa. Nutrisi seperti protein, lemak, laktosa, zat besi, kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan vitamin, ditemukan dalam keduanya. namun, kualitas dan jumlah nutrisi ini sangat berbeda.

Komponen protein utama yang ditemukan dalam susu sapi disebut kasein. kasein adalah protein yang sangat sulit dicerna dalam pencernaan manusia. Sebagai tambahan, susu sapi juga mengandung bahan antioksidan laktoferin yang memperkuat sistem kekebalan tubuh. namun, laktoferin yang terdapat dalam ASI adalah 0,15% sementara yang terdapat dalam susu sapi hanya 0,01%.

Tampaknya bayi-bayi yang baru lahir dari spesies yang berbeda membutuhkan jumlah dan rasio yang berbeda pula.

Dan bagaimana dengan orang dewasa?

laktoferin menjadi contohnya. laktoferin dalam susu sapi terurai dalam asam lambung , maka bahkan jika anda meminum susu segar yang belum diproses menggunakan suhu tinggi, laktoferin di dalmnya akan terurai dalam lambung. Begitu pula laktoferin yang terdapat dalam ASI. Seorang bayi manusia yang baru lahir dapat menyerap laktoferin dari ASI dengan baik karena lambungnya masih belum berkembang sempurna, dan karena sekresi asam lambungnya hanya sedikit, laktoferin pun tidak terurai. dengan kata lain, ASI manusia memang tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi manusia dewasa.

Susu Sapi, walaupun sebagai susu segar yang masih mentah, bukanlah makanan yang cocok bagi manusia. Kita mengubah susu segar yang pada dasarnya memang tidak baik bagi kita, menjadi makanan buruk dengan cara homogenisasi dan pasteurisasi pada suhu tinggi. Kemudian, kita memaksa anak-anak kita untuk meminumnya.

Satu masalah lain adalah orang-orang dari kebanyakan kelompok etnis tidak memiliki cukup banyak enzim laktase untuk menguraikan laktosa. kebanyakan orang memiliki cukup banyak enzim ini pada saat masih bayi, tetapi kemudian berkurang seiring dengan usia. Pada saat orang-orang ini minum susu, mereka mengalami berbagai gejala seperti perut bergemuruh atau diare yang merupakan hasil ketidakmampuan tubuh mereka mencerna laktosa. Orang-orang yang benar-benar tidak memiliki laktase atau jumlah enzimnya benar-benar rendah disebut tidak tahan laktosa. Hanya sedikit orang yang benar-benar tidak tahan laktosa, tetapi sekitar 90% dari bangsa asia, 75% dari bangsa hispanik, indian, amerika dan kulit hitam amerika, begitu pula 60% orang dari berbagai kebudayaan di Mediterania dan 15% masyarakat keturunan eropa utara tidak memiliki cukup banyak enzim ini.

Laktosa adalah zat gula yang hanya terdapat dalam susu mamalia. Susu hanya untuk diminum oleh bayi-bayi yang baru lahir. Walaupun banyak orang dewasa kekurangan laktase, pada saat baru dilahirkan, semua bayi yang sehat memiliki cukup banyak enzim tersebut untuk kebutuhan mereka. Terlebih lagi, kadar laktosa dalam ASI adalah sekitar 7%, sementara dalam susu sapi hanya 4,5%.

Oleh karena manusia pada saat bayi mampu minum ASI yang kaya akan laktosa tetapi berakhir dengan menghilangnya enzim tersebut setelah dewasa, saya yakin inilah cara alam untuk mengatakan bahwa susu bukan untuk diminum oleh orang dewasa.

Jika memang sangat menyukai rasa susu, disarankan untuk sringnya mengonsumsi susu, berusaha untuk minum susu yang tidak dihomogenisasi dan dipasteurisasi pada suhu rendah. Anak-anak dan orang dewasa yang tidak menyukai susu tidak boleh dipaksa untuk meminumnya.

Singkatnya, minum susu tidak bermanfaat baik bagi tubuh. 

***

Sumber: Hiromi Shinya. 2007. The Miracle of Enzyme. hal 131-134. Bandung: Penerbit Qanita

Iklan

Responses

  1. Susu sapi mengandung kalsium yaitu salah satu mineral yang diperlukan oleh tubuh manusia. Selain itu, susu sapi dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti es krim dan yoghurt. Oleh karena itu, wajar bila manusia mengkonsumsi susu sapi.

    Tidak hanya susu sapi, ada berbagai macam jenis makanan seperti kacang-kacangan ataupun daging yang berdampak buruk pada beberapa manusia. Ada pula yang dampak buruknya baru nyata ketika mengkonsumsi dalam jumlah berlebih. Oleh karena itu kenalilah diri kita sendiri sebelum mengkonsumsi makanan secara bijak.

    Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: