Oleh: akbarmangindara | 25 Desember 2013

Markibun “Mari Berkebun”

Pengalaman Berkebun 

Waktu saya kecil, setiap memasuki musim tanam terlebih musim panen tiba, kebun menjadi tempat saya menghabiskan waktu. Masa berkebun menjadi salah satu hal yang paling menggembirakan dalam kehidupan kecil saya. Rasanya seperti mendapat maenan baru ketika pertama kali menginjakkan di kebun.

Kebun yang saya datangi adalah kebun tetangga, makanya kalau pergi ke kebun biasanya sama tetangga di kampung. Bayangan orang  mungkin terlalu jauh kalau saya bilang jarak tempuh perjalanan sekitar 5-10 KM  dengan berjalan kaki. Ya, saya menempuh perjalanan itu dengan kedua kaki mungil saya dulu.

Tidak cuma sekedar berjalan biasa,  banyak rintangan di jalan menuju kebun yang sudah menghadang. Perjalanan semakin susah lagi jika musim hujan tiba, jalan kebun yang cuma memiliki lebar sekitar 2 meter seketika berlumpur bagian tengahnya yang tak jarang kaki saya hingga lutut tenggelam di dalamnya. Kalau sudah begini perjalanan 5 KM biasa ditempuh sambil jalan mengangkang. Kedua kaki dibuka lebar-lebar dan pinggir jalan kebun jadi tumpuan karena masih cukup keras.

Tidak sampai disitu ancaman sengatan kalajenking, laba-laba selalu menghantui terlebih perjalanan ke kebun biasanya di tempuh dengan kaki telanjang tanpa alas kaki. Pokoknya kaki saya sejak kecil sudah banyak makan asam garam yang namanya perjalanan. hehehe

Tiba di kebun aktivitas yang saya senangi cuma tanam, petik dan makan bersama. Jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang panjang, kacang pendek adalah tanaman yang biasa saya tanam di kebun dulunya. Jika tiba waktu makan, bekal yang dibawa dari rumah oleh tetangga sangat begitu menggugah selera meskipun cuma nasi, sayur nangka, ikan kering tumis ditambah cobek-cobek pedis manis. Inilah makan bersama dibawah pohon pisang yang begitu menyenangkan. Kalau hujan tiba saat makan bersama berlangsung, daun pisang menjadi payung untuk berteduh. Tak peduli sederas apapun hujan, badan yang sudah menggigil kedinginan, aktivitas makan tetap berlangsung. Inilah aktivitas paling mengaharukan kalau di kebun.

***

Berkebun di tempat yang jauh sudah saya tinggalkan ketika memasuki Sekolah Menengah Pertama. Saya kemudian lebih banyak mengurusi kebun bunga yang berada di halaman depan rumah di kampung. Kegiatan ini biasa saya lakukan bersama mama karena mama juga salah satu pecinta bunga.

Lanjut kuliah di Makassar, hampir semua yang namanya aktivitas berkebun sudah saya tinggalkan kecuali kalau saya pulang kampung, pasti selalu nge-cek kebun di rumah. Sekarang kakak saya membuat mini garden yang berada di samping rumah sekalian aplikasi keilmuan karena dia alumnus pertanian meskipun tak harus jadi alumnus pertanian untuk bisa berkebun. hehehe

Kelas Aquaponik Makassar Berkebun

24 Desember kemarin saya mengikuti kelas Aquaponik dari komunitas Makassar Berkebun. Ini pertama kalinya saya mengikuti kelas berkebunnya dan tidak tanggung-tanggung pematerinya langsung dari Opa Fadli Padi. Ternyata abang yang satu ini sudah ahlinya dalam membuat Aquaponik selain bernyanyi tentunya.

Aquaponik ini adalah salah satu solusi berkebun di perkotaan dimana keterbatasan lahan selalu jadi penghalang untuk berkebun. Aquaponik seperti kata Opa Fadli adalah memadukan 3 unsur di dalamnya yakni ikan, tanaman dan bakteri.  Opa Fadli juga mendemonstrasikan cara membuat Aquaponik secara sederhana dengan bahan-bahan yang sederhana pula. Pokoknya kalau sudah ada bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Aquaponik semuanya cukup lancar dan mudah, hehehe.

Ini beberapa foto kemarin yang sempat saya ambil dari kamera saku.

page2

Iklan

Responses

  1. asliiiiiii keren, sukses bar 🙂

    Suka

    • chan itu blogmu kenapa jarang di update.. entar dipenuhin sarang laba2 loh..

      Suka

      • iya lagi hectic praktikum bar, thanks bwt masukannya bener bgt lah ini udah jarang update banget 😛

        Suka

        • okey, sy tunggu cerita2nya di blognya ya!

          Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: