Oleh: akbarmangindara | 29 November 2013

Sepotong Cerita Dari Solo di 21 November 2012

Selamat Datang Di Solo
Selamat Datang Di Solo

21 November setahun yang Lalu buat saya adalah hari yang bersejarah. Hari itu untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di daerah yang berjuluk Kota Batik ini. Saya tidak sendiri, ini adalah perjalanan belajar bersama 45 teman lainnya dari kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Mari Belanja Batik
Mari Belanja Batik

21 November setahun yang lalu, bis yang mengangkut kami berhenti tepat di depan pasar Klewer. Sebelumnya kami melakukan perjalanan dari Surabaya. Saya baru sadar ternyata pasar klewer ini adalah pasar batik terbesar di kota ini. Sebagai pecinta batik, ini membuat saya seperti berada di surganya batik. Satu persatu batik-batik cantik nan elegan berpindah tangan dari penjual ke tangan mungil saya yang sudah mulai berat oleh kantong yang berisi batik. Saya seperti kesetanan melihat para batik ini berjejer rapi menunjukkan pesonanya. Hari itu pun saya mesti beberapa kali bolak-balik ke bis hanya untuk menyimpan batik yang sudah dibeli.

Selamat Datang di Keraton Solo

Keraton
Keraton

21 November setahun yang lalu, dari pasar klewer saya melanjutkan perjalanan ke Keraton Solo. Salah satu batik yang baru saya beli langsung melekat ke badan saya untuk jalan-jalan di keraton solo. Foto-foto di tempat ini adalah hal yang sangat wajib. Ini seperti berada dalam mimpi, keraton yang dulunya cuma saya lihat di televisi akhirnya saya bisa juga berada di tempat ini. Lelah berkeliling dengan berjalan kaki, saya kemudian menyewa becak untuk berkeliling di sekitar tempat ini menyusuri setiap lorong dan sudut tempat ini.

Keliling dulu
Keliling dulu

21 November setahun lalu, setelah seharian berkeliling di area keraton, es dawet solo siang itu menjadi pelengkap perjalanan dan pemuas dahaga sebelum akhirnya kami kembali ke penginapan.

21 November setahun lalu, malam harinya saya menikmati suasana kota Solo dengan berjalan kaki. Pohon-pohon berjejer rapi di samping trotoar jalan dan kebersihan kota ini membuat saya semakin jatuh cinta. Sayangnya malam itu disekitar penginapan saya tidak menemukan penjual yang menjajakan makanan khas solo. Perjalanan malam itu akhirnya berakhir karena hujan mulai mengguyur kota solo.

Meskipun cuma sehari berjalan-jalan ria karena keesokan harinya harus berkutat dengan pelatihan ortopedi di rumah sakit ortopedi Surakarta tapi ini sangat berkesan. Kesan yang nantinya akan saya ceritakan kepada anak cucu saya kelak dan saya akan berpesan “Nak kalau besar nanti jangan lupa untuk menginjak salah satu keindahan Indonesia, Injaklah Solo dengan penuh keyakinan dan semangat”.

Buat saya Solo adalah Kota Yang Membuat Rindu. Suatu hari nanti saya akan kembali ke solo, menyelami setiap keindahannya dan tentunya berwisata kuliner yang belum sempat saya lakukan di kota ini. Hahhhhh, Rindu Solo.. wait me, I will be Back…

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: