Oleh: akbarmangindara | 19 November 2013

Pasien (Pamanku) Decubitus, salah siapa?

Sumber Foto: http://legalmedicalexhibits.com/280007-decubitus-pressure-ulcer-stage-p-179.html

 

Berada di rumah sakit berarti pasien menginginkan perawatan yang baik, Pasien terkena decubitus salah siapa?

Hal ini terjadi sewaktu saya mengunjungi pamanku yang di rawat di salah satu rumah sakit di kota Makassar. Dari sepupu saya mengetahui kalau paman terkena decubitus selama dirawat di rumah sakit ini selama hampir 20 hari lamanya. Sebelumnya paman di rawat di ruang perawatan biasa selama seminggu sebelum akhirnya dibawa ke Intensif Unit Care (ICU) ini.

Paman didiagnosa terkena limfadenopaty+CHF+pembesaran prostat dan selama menjalani perawatan kesadaran paman menurun. Hal ini membuat paman menjalani tirah baring yang cukup lama di ruang ICU. Sayangnya di ruang ICU ini yang seharusnya paman diperhatikan lebih ternyata malah mendapatkan masalah perawatan dengan terkenanya paman decubitus.

Keluarga paman betul-betul awan dengan dunia medis, pun tidak ada pendidikan yang didapatkan oleh keluarga dari pihak medis sehingga decubitus ini muncul. Decubitus ini baru terlihat ketika sepupu saya ingin membersihkan bagian punggung paman. Kagetnya dia ketika melihat punggung paman penuh dengan luka-luka. Setelah itu barulah kemudian perawat mengganti kasur dengan kasur anti decubitus.

Yang saya sayangkan adalah kenapa kasur anti decubitus ini baru diberikan setelah paman mengalami decubitus di ruang  ICU ini. Pun juga kenapa tidak dilakukan tindakan pencegahan awal selama dilakukan perawatan padahal pihak medis tahu paman saya mengalami kesadaran menurun. Saya khawatir dari pihak medis berharap jika keluarga sendiri yang mengontrolnya dengan membolak-balikkan tubuh paman dengan posisi miring kanan dan kiri padahal dari pihak medis sendiri tidak mengajarkan atau menginformasikannya kepada keluarga yang menjaga. Ataukah pihak medis memang tidak peduli dalam hal “perawatan” dan hanya lebih fokus pada pengobatan?

Yang berlalu biarlah berlalu, toh ini juga sudah terjadi. Senin 18 November kemarin, diselimuti mendung dan hujan di jam 7 pagi akhirnya paman kembali ke pangkuan sang ilahi, kembali ke dekapan dan pelukan Tuhan. Apalah daya, manusia hanya berusaha dan Tuhan pulalah yang berkehendak. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi pihak medis ke depan agar tidak hanya focus di pengobatan pasien tapi juga di perawatan. Semoga!!!

Sumber Foto: http://legalmedicalexhibits.com/280007-decubitus-pressure-ulcer-stage-p-179.html

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: