Oleh: akbarmangindara | 1 November 2013

Melepas Rindu Dengan Permainan Traditional

Berbahagialah Mereka Yang Pernah Memainkan Permainan Tradisional Sewaktu Anak-Anak

Indonesia memiliki permainan tradisional yang sangat beragam jenis permainannya. Hampir di seluruh Indonesia memiliki kesamaan jenis permainan tradisional yang hanya penyebutannya saja yang berbeda di tiap daerah karena kekayaan bahasa yang dimiliki oleh negeri ini. Misalnya permainan Enggrang yang kalau orang bugis Makassar disebut permainan ma’longga.

Masa kecil saya penuh dengan berbagai permainan traditional yang banyak melatih ketangkasan dan strategi. Terkadang saya lupa makan hanya untuk bermain permainan traditional semasa kecil dulu.

Hari minggu kemarin tepatnya 27 Oktober 2013 dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh keesokan harinya, Komunitas jalan-jalan seru mengadakan event tahunan yang bertajuk “Makassar Traditional Games Festival 2013” (MTGF2013) yang diselenggarakan di Benteng Somba Opu. Buat saya acara ini sekaligus melepas rindu akan permainan traditional yang sudah tidak pernah saya lakukan lagi. Ini adalah pertama kalinya di usia dewasa saya kembali bermain permainan traditional tanpa malu dan dengan penuh semangat, berkeringat ,meluapkan kegembiraan mengenang masa-masa kecil dengan bermain permainan traditional.

Ada sekitar 13 permainan traditional yang diperkenalkan di event ini yakni Maccukke, Mangasing, Massanto’, Ma’goli, Mallongga, Ma’benteng, dende, ma’boy, ma’getta, ma’logo, Tunder-tunder, lompat tali, Ma’gasing dan beberapa permainan traditional yang ditambahkan ketika event berlangsung.

Yang menarik dari permainan traditional ini adalah ketika bermain hampir semuanya harus bermain tim dan tentunya yang memainkan permainan ini lebih dari satu orang. Misalnya saja permainan ma’boy, ini adalah permainan favorit saya sewaktu masih anak-anak di kampung dulu. Kalau di kampung, saya dan teman-teman biasa melakukannya di sore hari setelah pulang dari sekolah. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim dimana tiap tim terdiri minimal 2-3 orang. Permainan ini menggunakan bola tenis dan susunan batu. Bola tenis digunakan untuk menjatuhkan susunan batu, 1 tim bertugas untuk menjatuhkan batu kemudian menyusunnya kembali kemudian tim yang lain menjaga susunan batu supaya pihak lawan tidak bisa menyusun kembali susunan batu yang dijatuhkan dengan melemparkan bola tenis ke badan lawan.

Ma'boi

Ma’boy

Lain lagi dengan ma’cukke dimana permainan ini menggunakan tongkat sebagai alat mainnya. Terdiri dari dua tongkat yang berbeda ukuran dimana tongkat pertama berukuran kecil sekitar 10-15 cm atau disebut anak cukke dan satu tongkat yang berukuran seiktar 40-50 cm atau yang disebut indo cukke. Ini juga salah satu permainan yang sering saya mainkan sewaktu kecil dulu. Permainan ini juga dibagi ke dalam 2 tim dimana setiap anggota tim memilih 1 orang dari tim lawan untuk menjadi lawannya. Cara bermainnya yakni dengan meletakkan anak cukke dengan posisi horizontal di atas lubang yang telah dibuat dengan kedalaman sekitar 5 cm lalu dicungkil dengan menggunakan indo cukke. Tim lawan berada jauh di depan untuk menangkap anak cukke yang akan di cungkil. Jika lawan tidak menangkap anak cukkenya maka permainan dilanjutkan dengan melempar anak cukke untuk mengenai indo cukke yang di taruh di atas lubang menghadap horizontal. Jika berhasil mengenai indo cukke lanjut menaruh anak cukkenya dengan posisi 45 derajat untuk dilontarkan dan dipukul dengan menggunakan indo cukkenya. Permainan ini melatih ketangkasan dalam bermain permainan ini.

Maccukke'

Maccukke’

Rasanya begitu mengharukan bisa kembali mengenang masa-masa sewaktu kecil dulu dengan permainan-permainan ini. Saya sudah lupa kapan terakhir kali adrenalin saya terpacu begitu besarnya dan kebahagiaan yang terlampau meluap. Tapi sungguh ini begitu menyenangkan walau efek di keesokan harinya seluruh badan saya seperti remuk krupuk.!!! 🙂

Iklan

Responses

  1. Permainan tradisional emang keren.
    Maccuke itu kalau di sini namanya gatrik. 😀

    Suka

    • disana masih sering maen permainan tradisional jg?

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: