Oleh: akbarmangindara | 17 Oktober 2013

Panggil Kami “Ners”

Apalah arti sebuah nama. “Shakesphere”

Sebutan “Ners” buat para perawat memang belum terlalu segaung dan seterkenal untuk profesi “Dokter” atau “Psikolog” bagi yang bergelut di bidang psikologi . Oleh karena itu menjadi kewajiban kita, orang-orang yang bergelut di bidang keperawatan untuk memperkenalkan sebutan profesi ini ke Masyarakat dengan sangat bijak, sopan dan penuh kesantunan.

Orang-Orang yang bergelut di bidang keperawatan memiliki banyak sebutan. Di masyarakat, perawat wanita sering dipanggil dengan sebutan suster dan perawat laki-laki dipanggil dengan sebutan mantri. Di rumah sakit tak jarang bagi seorang perawat laki-laki malah dipanggil dengan sebutan “Dokter” karena ketidaktahuan masyarakat. Sekarang muncul satu sebutan lagi yakni “Ners”. Ini cukup membingungkan tapi menjadi kewajiban kita orang-orang yang bergelut dibidang keperawatan untuk meluruskan dan memperkenalkan profesi ini.

Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat jika ada saling tumpang tindih dalam penyebutan profesi. Saya bahkan terkadang harus memberikan kuliah 1 SKS kepada pasien saya untuk memperkenalkan nama “Ners” ini.

Pendidikan keperawatan di Indonesia dalam kurung waktu sepuluh tahun ini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Sekolah-sekolah keperawatan khususnya di kota Makassar misalnya, sangat menjamur. Tercatat kurang lebih 300 sekolah/perguruan tinggi yang memiliki bidang ini. Sumber daya manusia keperawatan sangat banyak meskipun kualitasnya masih banyak yang diragukan.

Menyandang gelar “Ners” adalah ketika telah melewati pendidikan keperawatan khususnya S1+Profesi Ners. Ini adalah salah satu kemajuan pendidikan keperawatan saat ini dimana dahulunya hanya pendidikan D3 keperawatan saja yang ada dan SMK Keperawatan. Lalu untuk lulusan D3 dipanggil apa? Untuk lulusan D3 kita menyebut mereka juga dengan sebutan “Ners”. Sekarang banyak lulusan D3 keperawatan yang kembali melanjutkan sekolahnya ke S1 Keperawatan dan Profesi Ners setelah bergelut di rumah sakit bertahun-tahun lamanya. Saya pikir ini adalah langkah yang sangat baik dari teman-teman Ners.

Intinya sebenarnya jika ingin nama “Ners” ini gaung di masyarakat, kita harus meringankan dan membuat mulut kita bekerja lebih giat memanggil teman-teman sejawat perawat dengan sebutan “Ners”. Ini harus dibiasakan, tidak bisa ditunda, apalagi bersikap malu-malu untuk memanggil sebutan “Ners”. Ini buat kemajuan bersama. Jadi panggil kami “Ners”.

Iklan

Responses

  1. Salam kenal..
    Saya anak kelas XII IPA saya berniat melanjutkan kuliah keperawatan. Saya mau nanya lebih baik ngambil S1 atau DIII ?

    Suka

    • Salam kenal juga. Kalau mnurut sy lebih baik ngambil langsung S1+Profesi nersnya. Pengembangan keilmuan dan skillnya jauh lebij baik

      Suka

  2. Salam kenal 🙂
    Saya anak kelas XII IPA dan saya berniat untuk melanjutkan kuliah di keperawatan. Saya minta saran nya lebih baik ambil S1 atau DIII ?
    Terimakasih

    Suka

  3. ners ini maksudnya nurse ya?hehe
    iya mas, sekarang jurusan keperawatan semakin bergengsi saja. di kampus saya pun begitu, bahkan sudah dibuka kelas internasionalnya. sakseeesss 😀

    Suka

    • iya ners itu panggilan profesi.. Salam kenal ya!!!

      Suka

  4. sukses, ners 🙂

    Suka

    • okey thamk u Chan..

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: