Oleh: akbarmangindara | 13 Agustus 2013

Refleksi Nilai C, Ketidakjujuran dan Pendiaman

cHampir seluruh kehidupan kampus aku jalani dengan lurus-lurus. Jarang aku terlibat masalah yang begitu berat dan kasuistik. Tinggal selangkah lagi aku menyandang titel sarjana. Tapi ada yang mengganjal di hati dan pikiranku. Lagi persoalan nilai.

Nilai-nilaiku biasa-biasa saja selama menjalani kuliah, berwarna-warni dari A B C. Sempat pula mendapat nilai T lalu dierrorkan karena tidak membeli diktat dosen. Tapi saya tetap berkeyakinan bahwa yang saya lakukan adalah benar karena diktat yang saya tidak beli itu tidak memiliki sumber referensi. Entah dari mana dosen itu mengambil materi dalam diktat itu.

Kembali ke masalah nilai. Ada beberapa mata kuliah yang aku dapatkan bernilai “C” yang menurut keyakinanku bahwa hal ini salah. Aku sebenarnya orang yang tidak terlalu peduli dengan nilai tapi jika ada sesuatu yang aku anggap tidak sesuai barulah kemudian bertindak. Alhasil beberapa mata kuliah yang cukup aku senangi seperti mata kuliah bedah, mikrobiologi, Pendidikan kesehatan, Gizi, Kesehatan anak, aku ulangi kembali di semester selanjutnya. Dan Alhamdulilah semua mata kuliah yang aku ulang yang dulunya C menjadi nilai A semua kecuali nilai kesehatan anak yang mendapatkan B. Tapi saya tetap bersyukur dengan hal ini.

Beberapa mata kuliah lain seperti Anatomi, Fisiologi, Biokimia, Perawatan HIV, Parasit, dimana aku tahu diri dengan kemampuanku, aku simpan sebagai nilai C. Tapi ada yang mengganjal dalam hatiku dengan nilai mata kuliah perawatan HIV. Nilai itu berubah menjadi B. Ini terjadi pada tahun 2012 kemarin sewaktu pengurusan nilai.

Saya tetap yakin pada awalnya aku mendapat nilai C dan itu yang saya lihat di Portal. Entah penglihatanku yang salah atau tidak saya tidak mau mencari tahu lagi kebenarannya. Nilaiku yang C berubah jadi B tanpa saya tahu alasannya. Masa iya ada “Imposible Hand” yang dengan sengaja merubah nilai, ataukah ini kesalahan petugas sewaktu penginputan nilai. Tapi kayaknya semua akan beranggapan bahwa sayalah yang telah mengubahnya.

Apakah ini adalah sesuatu hal yang harus saya gembirakan? Saya merasa bahwa hal ini sebenarnya salah tapi karena saya berada di pihak yang diuntungkan lalu kemudian saya mendiamkan perkara ini.

Apakah ini ketidakjujuran? Aku juga merasa ini adalah hal yang tidak jujur karena ada beban moril dan psikologis yang aku emban. Sekarang aku lagi bertarung dengan diriku untuk tidak terlalu lurus-lurus saja semasa kuliah. Aku penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan diriku di masa depan jika hal ini terkuak. Di posisiku, aku akan menjadi orang yang akan dipersalahkan dan dipermalukan karena merubah nilai (terkadang saya ingin merasakan kondisi seperti ini). Jika tidak terkuak, maka hal ini akan berlalu begitu saja tapi tetap ada gejolak bathin.

Tapi, ya Sudahlah!!! Kita lihat bagaimana kedepannya.

Iklan

Responses

  1. Sama. Saya pun dapet 3 nilai C di semester, dan di portal akademik cuma 1 yg C. Sempet seneng. Eh ternyata bagian akademik ngasih tau klo ada kesalahan. Karena libur lebaran jadi belum diperbaiki.

    Suka

    • hahaha. Artinya, anda belum beruntung!

      Suka

  2. Sebagai orang di belakang sistem informasi akademik, kadang memang terjadi revisi input nilai mahasiswa. Biasanya dosen mengubah bobot penilaian untuk mendongkrak nilai. Untuk lebih jelasnya bisa di cek silang dengan dosen dan bagian akademik fakultas.

    Suka

    • Ga mungkin dosennya mau ngerubah nilaiku. Killer gituh..

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: