Oleh: akbarmangindara | 1 Agustus 2013

Menangis Subuh

cry

Rabu 31 Juli 2013

Pukul 05.00 pagi, saya terbangun dari tidur. 2 jam sebelumnya masih menikmati sahur menonton pertandingan Barcelona dan menyelesaikan revisi hasil penelitan hingga akhirnya tak kusadari, saya tertidur di depan televisi di Markas Poliklinik KSR PMI UIN.

Saya terbangun dan kudapati air mataku mengalir dengan begitu derasnya. Dadaku terasa sesak. Kuputuskan untuk segera ke Masjid samping Markas, berwudhu dan menjalankan sholat subuh. Aku mengira setelah berwudhu dan sholat, air mataku akan berhenti mengalir tapi ternyata tidak. Air mataku semakin mengalir deras di pelukan shalat subuh.

Hari ini saya baru saja bermimpi. Saya memimpikan ibu yang berhenti jadi guru dan memutuskan untuk ke Aceh meninggalkan kami semua di rumah. Makna mimpi ini buatku adalah sebuah perpisahan. Tidak biasanya saya bermimpi seperti ini. Pikiranku mulai kacau, semakin saya pikirkan, air mataku semakin mengalir dengan derasnya. Pikiranku diselimuti kemungkinan yang paling terburuk bahwa ibu akan meninggal dan itu semakin membuat dadaku terasa sesak. Aku tahu aku belum siap menghadapi perpisahan terlebih berpisah dengan ibu.

Selepas subuh itu kuputuskan untuk menghubungi ibu dengan keadaan masih terisak, air mata mengalir layaknya air terjun. tak terbendung oleh kelopak mata kecilku. Dari HP kudengar suara ibu dengan jelas.  Kutanyakan bagaimana kabar ibu, apakah lagi sakit atau tidak. Ibu jawab bahwa dia baik-baik saja. Suaraku yang tidak seperti biasanya membuat ibu curiga sehingga balik bertanya tentang keadaanku. Tak kuceritakan bagaimana mimpiku, kujawab aku menangis setelah memimpikan ibu.

Aku lega mendengar suara ibu dan berkata dia baik-baik saja. Setelah menutup telpon karena ibu harus sholat subuh kucoba mengendalikan diri dan mengelola perasaanku. Hari ini kelopak mataku masih terlihat bengkak setelah kurang lebih 1 jam menangis. Pun selepas subuh dan setiap kali memikirkan mimpi itu, kembali menyesakkan dadaku hingga setetes demi setetes air mata kembali membasahi pipiku.

me-and-mom.jpg

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: