Oleh: akbarmangindara | 15 Juli 2013

Campaign #SaveCat On The Road

cat-vetSaya bukanlah pecinta kucing tapi melihat kucing hampir setiap hari meregang nyawa di jalanan itu sangat menggangguku.

Kemarin di Twitter saya mengkampanyekan #SaveCat untuk tidak membuang anak kucing di jalanan. Ini wujud kerisauan saya selama beberapa tahun tapi baru kemudian dituangkan melalui tulisan setelah melihat seekor kucing tergilas mobil di jalan Antang Makassar sehari sebelumnya. Tubuhnya hancur berserakan di jalanan dan tidak ada yang peduli. Saya pun demikian melihatnya menjadi mual dan menutup mata melewati tubuh kucing yang telah hancur itu.

Ini bukanlah pertama kalinya saya melihat mayat kucing yang hancur di jalanan. Di jalan-jalan yang saya lalui setiap hari seperti di Jalan Aeoropala Hertasning dan Antang Makassar sering terjadi demikian. Lebih banyak anak-anak kucing yang masih sangat lucu dan polosnya yang menjadi korban.

Siapa yang bertanggung jawab?
Ini harusnya menjadi tanggung jawab kita bersama dan pemerintah. Bagi yang memiliki kucing di rumah diharapkan untuk tidak membuang anak-anak kucing ke jalan atau tempat sampat pinggir jalan. Sangat berisiko untuk ditabrak oleh pengendara yang ugal-ugalan atau yang tidak memiliki kepedulian terhadap hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW ini.

Saya yakin nih bahwa film “Tom and Jerry” juga berkontribusi terjadinya tindakan kejahatan terhadap kucing. Si Tom yang seekor kucing digambarkan sebagai kucing jahat yang selalu ingin membunuh jerry si tikus. Inilah mungkin dampaknya menonton film ini selama berpuluh-puluh tahun lamanya sehingga terjadi sebuah paradigma pemikiran bahwa kucing itu jahat. Alhasil terjadilah penyiksaan terhadap kucing sejenis Tom. Mungkin sudah saatnya film “Tom and Jerry” dihilangkan dari pertelevisian Indonesia.

Solusi bagi pemilik kucing semisal punya kucing banyak, lebih baik dicarikan orang tua asuh. Masih banyak kok yang mau memelihara kucing di rumahnya. Di negara-negara maju ini sudah banyak dilakukan. Yang pernah lihat film Jepang “Kimi Ni Todoke” pasti tahu.

Bagi pengendara juga harus selalu berhati-hati dalam berkendara. Walau kucing itu bukan manusia tapi itu juga adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang patut kita lindungi.

Untuk pemerintah mungkin sudah saatnya ada sebuah lembaga penyelamat hewan-hewan terlantar di jalan. Jadi seperti panti bagi kucing-kucing atau anjing yang terlantar. Harusnya nih di Undang-undang dasar ditambahin redaksi kata orang-orang miskin dan hewan-hewan terlantar di pelihara oleh negara.

Semoga saja yang membaca tulisan ini, pemilik kucing, pengendara, pemerintah bisa tergugah hatinya. Semoga juga ke depan kita semua bisa menjadi insan yang lebih peduli terhadap sesama. Sesama bukan hanya untuk manusia saja tapi lebih kepada seluruh ciptaan Allah SWT.

Iklan

Responses

  1. true story.. saya juga pernah ketemu sama mayat kucing di jalan… duh kasian…

    btw salam kenal dari Bandung..

    Suka

    • Kucingnya korban tabrak lari. hehehe
      Salam kenal juga dari Makassar.

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: