Oleh: akbarmangindara | 11 Juli 2013

“Skripsi” Tak Semudah Dipikiranku

Sepertinya benar kata pepatah lama “Masuk Universitas itu susah tapi lebih susah lagi keluarnya”. Inilah yang terjadi padaku sekarang, kegalauan menjelang penyelesaian akhir berkutat dengan penelitian skripsi. Tapi saya tidak ingin berlarut-larut dalam keadaan galau skripsi, saya tetap mengerjakannya meskipun dalam keadaan tertatih. Tertatih dengan keadaan permasalahan yang tak kunjung terlihat dalam penelitian.

skripsi.jpg

Saya sudah mulai bergerak mengerjakan penelitian sejak februari 2013 dan sekarang sudah memasuki bulan Juli 2013. Waktu yang cukup panjang menurut saya karena selama kurang lebih 4 bulan lamanya saya cuma berkutat dengan masalah judul penelitian. Berkali-kali saya melakukan diskusi dengan pembimbing skripsi mencari baiknya. Semangat benar-benar berfluktuatif selama perjalanan. Tapi saya salut dengan pembimbing yang tetap dengan serius membimbing saya dalam penelitian skripsi ini.

Awal bulan Juni kuberanikan maju untuk ujian proposal. Kalau tidak salah ingat tanggal 8 Juni 2013. Secara psikologis saya sudah sangat percaya diri untuk maju di ujian proposal. Cobaan kembali datang menjelang detik-detik ujian proposalku. Hingga waktu ujian sudah melewati 15 menit tapi yang datang baru penguji agama. Penguji keperawatan dan kedua pembimbing belum terlihat sama sekali batang hidungnya. Sungguh kegalauan yang luar biasa, karena saya adalah orang yang terbiasa tepat waktu sehingga jika diperlakukan seperti ini, kecemasanku tiba-tiba memuncak. Saya mencoba menghubungi kembali penguji dan pembimbing. Cobaan kembali datang karena saya kehabisan pulsa untuk menelpon semuanya. Sudah tidak ada waktu lagi untuk keluar membeli pulsa. Waktu mulai bertarung dengan detak jantungku hari itu.

Saya bersyukur saya masih punya teman. Salah seorang teman dengan rela meminjamkan telponnya untuk saya menghubungi penguji maupun pembimbing saya. Seperti ketibang durian, pembimbing 1 tidak bisa menghadiri ujian proposal saya padahal sudah buat janji dengannya dua hari sebelumnya. Sungguh kekecewaan yang luar biasa. Saya kemudian menghubungi pembimbing 2 yang juga masih ragu-ragu apakah akan datang di ujian proposalku atau tidak. Tapi alhamdulilah meskipun sedikit memaksa dan bermohon-mohon akhirnya pembimbing 2 luluh dan akan datang di ujianku. Penguji 1 yang saya hubungi ternyata sempat lupa kalau saya ada ujian proposal, tapi dia tetap datang untuk menguji proposal saya.

Akhirnya ujian dimulai 1 jam dari waktu perjanjian. Saya menarik nafas dan mengerutkan dahi, inilah waktu “ngaret” ala Indonesia dan berkata dalam hati “saya tidak suka”. Saya salut dengan penguji agama yang datang tepat waktu sesuai janjinya semalam. Dalam pikiranku, penguji agama ini sudah matang keislamannya sehingga sangat menghargai waktu dan janji yang telah disepakati.

Cobaan yang saya dapatkan tidak berhenti disitu saja. Saya mempertahankan proposal yang sudah sedemikian lamanya saya konsep. Perdebatan demi perdebatan terjadi antara saya dengan penguji 1. Pembimbing 2 yang harusnya ikut membantu malah menyerang dengan sependapat dengan pendapat penguji. ALhasil, ujian proposal yang saya pertahankan kurang lebih 3 jam lamanya siang itu berakhir dengan ditundanya ujian dan saya diminta untuk mencari waktu lain untuk tambahan waktu ujian proposal hari itu. Penguji 1 juga meminta untuk menghadirkan pembimbing 1. Kembali saya menarik dan menghela nafas panjang.

Butuh waktu seminggu kemudian untuk melanjutkan ujian proposal saya. Sampai di hari yang telah disepakati, pembimbing 1 datang dengan tepat waktu. Penguji 1 kembali berulah, di waktu yang telah disepakati ternyata dia punya rapat di rektorat. Katanya sebentar ternyata lama. Persis seperti yang diucapkan widi Vierra dalam salah satu bait lagunya. Kegalauan lagi-lagi merundungku. Wajahku tertunduk lesu dan malu dihadapan pembimbing. Ujian waktu itu ngaret 3 jam lamanya dari waktu yang ditentukan. Perdebatan sengit antara pembimbing dan penguji hari itu cukup menampar kesombonganku selama ini. Ilmu penelitian yang saya miliki selama ini belumlah apa-apa. Ujian hari itu ditutup dengan kemenangan penguji 1.

Saya kembali harus merombak proposalku. Pengujiku kini menjadi pembimbingku. Selang 2 minggu berkali-kali saya mengunjungi rumahnya hanya untuk berdiskusi mencari jalan keluar dari penelitianku ini. Hingga akhirnya di akhir juni, penguji menandatangani secarik kertas keterangan untuk melanjutkan penelitian.

Hari ini adalah hari kesebelas saya melakukan penelitian dari sebulan lamanya saya akan melakukan penelitian di Rumah sakit umum pusat Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar. Selang waktu itu saya sudah mendapatkan 8 orang responden yang sesuai kategori. Pasien dengan luka diabetik. Skripsi benar-benar tidak semudah di pikiran-pikiran awalku. Ya, meski sulit tapi tetap harus dijalani dengan sepenuh hati. Impian menggapai gelar sarjana keperawatan tahun ini sekarang sangat mengebu-gebu di dadaku. Insya Allah, jika Allah mengizinkan, saya wisudah sarjana di bulan September tahun ini πŸ˜€

***

Iklan

Responses

  1. waaah.. semangat mas.. semoga berbuah manis… πŸ™‚ jadi inget temen saya yang menjelang ujian, laptopnya di curi… ditengah kepanikan dia cuma bisa berdoa… sambil mengulang skripsi dari awal.. namun sekitar 2minggu kemudian, laptopnya ditemukan oleh seorang kenalannya yang kebetulan ditawari laptop sekond πŸ™‚

    Suka

    • Makasih mbak. ya, Setelah kesulitan pasti ada kemudahan!!!

      Suka

  2. semangat dear πŸ™‚

    Suka

    • πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ Terima kasih. Salam kenal ya!!!

      Suka

  3. semangat kak akbar. kita wisuda sama2 blan 9. smiga semua urusab k depanx lacar. Ψ’Ω…ΩΩŠΩ‘Ω†Ω’β€¦ Ψ’Ω…ΩΩŠΩ‘Ω†Ω’β€¦ يَ رَ Ψ¨Ω‘ΩŽΩ„Ω’ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ…ΩΩŠΩ‘Ω†Ω’
    huaaa berlinang air mataku bacai…

    Suka

    • yoiii, tetap semangat.. Amien

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: