Oleh: akbarmangindara | 11 Mei 2013

Mama Is My Inspiration

Mama adalah salah satu sosok inspirasi yang membuat saya ingin menggapai setiap mimpi-mimpi kecilku. Perjuangannya di dunia pendidikan selama puluhan tahun menginspirasiku untuk menjadi seperti mama. Bukan untuk menjadi guru tetapi orang yang berjuang.

Jujur saya adalah orang yang manja dengan mama. Meski usiaku sudah dewasa 22+, pasti setiap kali bertemu mama, saya berlaku seperti anak kecil lagi seperti usia 7 tahun. Dan Mama tidak pernah protes dengan hal itu.

Saya adalah orang yang cukup dekat dengan mama. Setiap ada masalah (meskipun ga sering) pasti curhatnya sama mama. Tentunya saya tetap milah milih yang mana yang perlu dicurhatkan, mana yang cukup diri kita dan Tuhan yang tahu.

Sudah hampir 5 tahun, saya dan mama menjalani LDR, ya semenjak mengenal dunia kampus. Praktis, coneksi hubungannya lebih banyak diperantarai oleh signal Telkomsel.

Jarak membuat kerinduan itu menjadi sangat eksklusif. Makanya setiap kali berkumpul, pasti makanan enak yang tersedia. Saya tahu bagaimana perasaan mama, bagaimana sedihnya dia sekarang. Dari berlima anaknya, sisa yang tinggal di rumah si bungsu adik manja. 1 orang kerja dan 3 lainnya kuliah termasuk saya. Rumah kemudian menjadi begitu sepi.

Mama adalah sosok yang selalu mengingatkanku “Nak, Jangan Lupa Sholat”. Makanya setiap kali sholat pasti selalu berdo’a yang terbaik buat mama. Jujur shalat saya juga masih bolong-bolong. Godaan syaitan masih terlalu kuat dan juga karena saya memang punya penyakit suka lupa. 🙂

Mama itu hebat. Beliau sudah berkutat di dunia mengajar ± 30 tahun lamanya. Mama sering memotivasiku dengan cara berbeda, pun meskipun caranya menurut pakar itu salah misalnya mama memotivasiku dengan cara mengkritikku dengan wajah tertunduk dan nada suara yang pelan tapi keras. Atau mama memotivasiku dengan membanding-bandingkanku dengan anak temannnya yang pintar. Ya meskipun terkadang tidak suka, namanya juga mama, wajarlah. Toh kita paham dan mengerti kalau maksudnya mama itu selalu Baik untuk diri kita.

Hari ini saya masih sementara merajut impianku untuk menjadi perawat profesional. Meskipun dipandang sebelah mata oleh profesi lain, saya tetap bangga dengan ketetapan hati saya untuk memilih jurusan yang satu ini. Keinginan untuk menjadi dokter pun juga semakin lama semakin menghilang. Sekarang sudah memasuki semester akhir di pendidikan S1. Dan impian itu semakin dekat dan sangat indah. Saya pun ingin berjuang seperti mama, berjuang melakukan yang terbaik. Terbaik bagi diriku, bagi keluarga, bagi masyarakat, bagi negeri tercinta ini dan tentunya yang terbaik untuk Tuhan.

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: