Oleh: akbarmangindara | 6 Mei 2013

Maaf Saya Bukan Dokter

i am nurse

Tante2: Pak Dokter, periksaka dulu

Saya: Tante, berapa kali saya bilang, kalau saya bukan dokter. Tapi mari saya periksa tekanan darahnya dulu!!!

Ada kerisauan yang selalu mengganggu dalam pikiran saya, setiap kali turun praktik di rumah sakit atau hanya sekedar memeriksa kesehatan keluarga besar saya entah sepupu, tante-tante, om saya, banyak yang kemudian memanggil saya dengan sebutan “Dokter”.

Bukan suatu kebanggaan meskipun pernah sekali merasa bangga dipanggil demikian, panggilan dokter yang dialamatkan pada diri saya, menurut saya sudah sangat berlebihan.

Dokter adalah orang yang memiliki kewenangan dan izin sebagaimana mestinya untuk melakukan pelayanan kesehatan, khususnya memeriksa dan mengobati penyakit dan dilakukan menurut hukum dalam pelayanan kesehatan.

“Dokter” notabene selalu diidentikkan sebagai perpanjangan tangan Tuhan di muka bumi untuk melakukan kegiatan praktik pengobatan sehingga orang-orang yang mengalami sakit bisa hilang sakitnya atau sembuh. Sedangkan saya yang notabene yang insya Allah akan berprofesi sebagai perawat melakukan kegiatan praktik perawatan dimana memastikan apa yang dilakukan oleh dokter itu bisa tercapai. Itu dua hal yang hampir sama tetapi sebenarnya berbeda. Tetapi kedua profesi ini harus saling bersinergi demi tercapainya penyembuhan yang diinginkan. Tapi tetap meskipun hampir sama, saya risau jikalau dipanggil dengan dokter.
Selalu kemudian dalam setiap kesempatan, apakah dalam sebuah seminar, pada kegiatan penyuluhan, saya selalu tegaskan dan memperkenalkan profesi saya sebagai calon perawat. Sudah banyak orang yang menginspirasi saya dan membuat saya cukup bangga akan profesi ini.

Saya cukup tahu diri dan meskipun banyak orang memandang sebelah mata tentang profesi yang satu ini, saya tetap bangga. Buat saya ini adalah sebuah tantangan buat profesi ini sekaligus buat saya, bagaimana kemudian memperbaiki citra profesi yang satu ini.

Banyak kemudia pengalaman-pengalaman yang cukup berharga yang saya dapatkan dari pasien-pasien yang saya rawat ketika turun berpraktik di rumah sakit. Dan ada kepuasan tersendiri jika melihat pasien sembuh dan tersenyum dengan pelayanan kita.

Sekarang meskipun setiap kali ada yang memanggil saya dengan sebutan “Dokter Akbar”, saya akan tetap menoleh tapi kupertegas dan berkata “Maaf saya bukan dokter, saya perawat”. 😀

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: