Oleh: akbarmangindara | 17 April 2013

Pesona Alam Air Terjun Bantimurung Tinggia di dusun Matteko Desa Erelembang, Gowa

IMG-20130319-01693

Selasa, 19 Maret 2013

Pagi yang cerah menyelimuti langit di dusun Matteko. Suara kokok ayam dan burung membangunkanku pagi itu. Kawan, hari ini saya kembali melakukan petualangan di dusun Matteko, desa Erelembang, Gowa. Hari ini bersama lima rekan masyarakat dusun ini akan melakukan perjalanan ke hutan. Niat awalnya adalah melakukan pemetaan tentang batas-batas wilayah yang ada di dusun ini tapi petualangannya adalah mengunjungi air terjun Bantimurung Cakdia dan air terjun Bantimurung Tinggia yang ada di dusun ini. 2 air terjun bersaudara yang berada terletak di tengah hutan adat dusun Matteko.

Seperti layaknya para petualang, segala sesuatunya pun harus dipersiapkan. Bekal makanan menjadi hal yang paling penting dibawa selain perlengkapan pelindung diri. Perlengkapan diri ala masyarakat dusun Matteko seperti sepatu bot, sarung tangan, topi, baju lengan panjang dan celana panjang. Untuk perlengkapan pelindung kaki, saya menggunakan sandal gunung meskipun disarankan untuk memakai sepatu.

Perjalanan pun kami mulai tepat pada pukul 09.30. Tanpa do’a perjalanan kami mulai. Tingginya pohon-pohon pinus langsung menyambut kami. Seperti suara pesawat, angin yang bergerak kencang melewati dedaunan-dedaunan pohon pinus.

Kolam-kolam kecil yang berisi ikan-ikan mas yang menari-nari kesana kemari, pohon-pohon pinus, dan sawah-sawah kecil di tengah hutan menjadi pemandangan menarik selama perjalanan. Ada juga burung yang terbang diantara pepohonan pinus yang baru pertama kali saya lihat berwarna coklat hitam merah yang entah burung apa namanya.

Beberapa perbukitan pinus dilewati. Jalan mendaki yang cukup membuat denyut nadi bergerak dengan cepat dan jantung memompa darah lebih cepat. Coki-coki (coklat pasta) menjadi pemberi daya tempur semangat melewati bukit-bukit pinus ini. Tips ini saya dapatkan dari salah seorang teman mahasiswa pecinta alam di kampus.

Lebih pukul 13.00 kami tiba di air terjun pertama, air terjun Bantimurung cakdia. Melewati arus sungai yang berbatu-batu.  Di air terjun inilah kemudian digunakan Pembangkit listrik tenaga kincir air untuk menyinari dusun Matteko dari kegelapan malam. Sejenak kami bersantai dan beristirahat sembari berfoto menikmati keindahan air terjun Bantimurung Cakdia. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 5 meter.

Dari air terjun Bantimurung Cakdia, perjalanan kami lanjutkan menuju air terjun Bantimurung Tinggia menelusuri arus sungai dari air terjun Bantimurung Cakdia. Setelah berjalan sekitar 100 meter, kita tiba di puncak air terjun Bantimurung Tinggia. Di sinilah kemudian kami menikmati bekal makanan yang sudah dibawa dari rumah. Songkolok, ikan kering, biscuit, air teh  menjadi penjanggal perut kami di siang itu. Sungguh nikmat apalagi ditemani dengan keindahan air terjun bantimurung Tinggia dari puncaknya. Kawan, ini sungguh indah.

Ketertarikanku dengan air terjun ini membuatku berani menuruni air terjun ini. Ditemani salah seorang rekan melewati jalan terjal dan sempit, tanaman-tanaman berduri dan dengan kemiringan tanah yang sangat curam. Batang dan akar-akar pohon menjadi pegangan saya menuruni jalan ini menuju dasar air terjun Bantimurung Tinggia. W-O-W, sungguh suatu pemandangan yang fantastik melihat keindahan air terjun ini.  Eksotisme dari air terjun Bantimurung Tinggia langsung terlihat ketika tiba di dasar air terjun. Percikan air dari air terjun Bantimurung Tinggia ini membumbung seperti asap. Nampak gagah dengan ketinggiannya, air terjun Bantimurung Tinggia ini memiliki ketinggian kurang lebih 20 meter.

Setelah asyik menikmati keindahan Air terjun Bantimurung tinggia ini, kami pun pulang. Kembali menyusuri hutan pinus dan rotan. Kami baru tiba di rumah menjelang maghrib. Sangat melelahkan tapi sungguh ini petualangan yang sangat menyenangkan.

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: