Oleh: akbarmangindara | 2 Februari 2013

Tentang Kami Pengurus KSR PMI UIN Alauddin 2012

Kebanggaan Kami Bukan Ketika Dipuji, Tetapi Ketika Mampu Memberi dan Berbagi

29 Desember 2012 kemarin, tibalah saatnya saya dan teman-teman pengurus KSR-PMI UIN 2012 meletakkan jabatan yang kami emban selama setahun. Setahun kepengurusan KSR PMI UIN yang penuh warna. Banyak dinamika yang terjadi selama setahun kepengurusan. Terkadang saling sikut antar pengurus sendiri, tangis-tangisan setelah itu tertawa bareng lagi tapi tidak sampai peluk-pelukanji.

Pengurus 2012 KSR PMI Unit 107 UIN Alauddin Makassar

Pengurus 2012 KSR PMI Unit 107 UIN Alauddin Makassar

Tempat Berbagi kepusingan

Organisasi ini banyak menempaku semenjak awal-awal memasuki ranah di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Semester kedua di bulan februari tahun 2010 bulan yang penuh cinta katanya, saya mendaftarkan diri di organisasi ini setelah kecewa tak menemukan organisasi penelitian seperti organisasi LPM Penalaran UNM yang saya cintai tempat saya berproses di kampus UNM selama setahun.

DCIM100MEDIA

Satu alasan polos yang saya kemukakan pada waktu tes wawancara sewaktu masuk di KSR PMI UIN adalah karena pak JK. Pak JK menjabat ketua Palang Merah Indonesia. Saya begitu mengidolakan beliau. Buat saya beliau begitu inspire. Beliau pernah berkata bahwa setiap masalah ada Jalan Keluarnya (JK). Prinsip itulah yang saya pegang sampai sekarang.

Kembali ke kepengurusan 2012. Saya meminta maaf kepada seluruh orang yang saya kecewakan. Saya tidak bisa membuktikan bahwa kepengurusan kami lebih baik dari sebelumnya. Di awal kepengurusan kami begitu menggebu-gebu. Saya ingat kata sekertaris umum pada waktu itu, kita akan lebih baik dari kepengurusan yang sebelumnya.

Awal kepengurusan yang begitu indah. Teman-teman pengurus masih aktif-aktifnya hingga akhirnya memasuki bulan keempat, penyakit “jenuh” mulai menghinggapi beberapa pengurus. Bahkan hingga setelah selesainya kepengurusan kami dan sampai sekarang, hanya segores tinta nama tanpa ada wujud diri yang tertulis di papan struktur kepengurusan.

Di awal kepengurusan saya diamanahkan menjabat sebagai kepala divisi pendidikan dan latihan. Sebuah amanah yang besar menurut saya, juga karena focus kepengurusan tahun 2012 dipusatkan di divisi diklat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia KSR PMI UIN. Terus terang, sebagai kepala divisi saya merasa gagal, gagal dalam proses kepengurusan, mengaktifkan teman-teman pengurus di divisi ini. Setelah pendidikan dan latihan dasar, terus terang saya merasa sendiri di divisi ini terlebih karena saya tidak bisa mengajak kerjasama dan berbagi kepusingan dengan teman-teman pengurus di divisi ini, mereka banyak yang sudah asyik di dunia mereka sendiri dan lupa tanggung jawab bahwa divisi diklat bukan hanya kepala diklat seorang.

Dipertengahan kepengurusan, masalah kembali muncul. Selain anggota-anggota yang mulai tidak aktif, Bendahara umum dan Komandan saya pada waktu itu seperti hilang ditelan bumi. Kepusinganku menjadi berkali-kali lipat. Kekecewaanku mulai muncul. Pikirku “Hanya Sampai Di Sini Sajakah Teman-Teman”. Saya kecewa karena tak ada satupun yang bisa menjelaskan kepada saya alasan mereka menghilang hingga akhirnya saya mendapat penjelasan dari Sekertaris Umum setelah sebulan saya menunggu tentang alasan pribadi yang sedang mendera mereka.

Di kepengurusan ini terjadi tiga kali reshuffle pengurus. Di reshuffle pengurus yang kedua saya mengisi kekosongan wakil komandan yang mengundurkan diri.

Banyak dinamika yang terjadi selama kepengurusan 2012. Terima kasih kepada Pembina teknis Kakanda Qasim yang dengan setia mendengar segala keluhan-keluhanku. Di jajaran Dewan Pertimbangan organisasi dari beberapa yang diamanatkan cuma seorang yang bertahan. Saya cukup memahami alasan-alasan dari para kakanda DPO ini. Terima kasih kepada kakanda Ilho yang dengan setia mendampingi kepengurusan kami selama setahun.

Terima kasih kepada teman-teman pengurus yang memberi hidup saya begitu banyak warna. Terima kasih kepada Komandan feritno yang selalu menerima setiap keegoisanku dan terkadang memaksakan kehendak. Terima kasih kepada saudari Andha @Ciluo Sekertaris umum dan minta maaf selama ini kalau banyak kemarahanku akan kepengurusan terlampiaskan padanya. Terima kasih kepada Saudari Arini Risfani sang Bendahara umum yang selalu membuat saya galau. Ini bendahara paling Carru’. Dan terima kasih kepada rekan seperjuangan Wakil bendahara umum yang selalu mengisi kekosongan boncengan di motorku untuk ke Markas.

Terima kasih juga kepada Norman dan Aldi sebagai penyedap rasa di kepengurusan 2012. Saya banyak belajar dan banyak mempelajari karakter-karakter manusia unik dari dua orang ini. Saya selalu angkuh untuk menerima setiap saran dari mereka, berpura-pura terlihat tidak menerima saran-saran dari dua orang ini padahal dengan diam-diam diterima juga sarannya. Entah kenapa saya selalu senang melihat wajah masam kedua orang ini.

Sebenarnya masih banyak lagi dinamika-dinamika selama kepengurusan sepanjang 2012 yang tidak bisa saya sebutkan. Terkadang saya abaikan, terkadang saya pusingkan bahkan sampai diambil hati. Inilah organisasi yang memberikanku banyak pelajaran berharga, seperti kata Mocca “Hidup Banyak Rasa”.

KSR UIN

KSR UIN

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: