Oleh: akbarmangindara | 6 Agustus 2012

Sepatu dan Potret Pendidikan Indonesia

Membaca buku “Sepatu Dahlan” membawaku bernostalgia dengan sahabat-sahabat kecilku semasa SD dulu. Saya teringat sepatu pertamaku semasa sekolah dulu kalau tidak salah bermerek “Pro ATT”. Setiap tahun ajaran baru, teman-teman pada bergonta-ganti sepatu kecuali Irsan. Sahabat kecilku yang sampai kelas 6 SD setia dengan sepatu usangnya. Jangan tanyakan merek sepatu kepadanya, ia sudah sangat bersyukur bersekolah di sini. Sahabat yang tak mengenyam sekolah menengah pertama, karena tak memiliki sepatu. Ah, peraturan sekolah memang tidak berpihak pada yang miskin.

Guru : Pokoknya kalau tidak pakai sepatu tidak boleh masuk kelas. Sepatu yang digunakan harus hitam.

Siswa: Semua Diam dan tertunduk.

Iklan

Responses

  1. Kisah tentang dahlan Iskan semasa sekolah. Hidup sebagai orang miskin itu harus dijalani dengan ikhlas..

    Suka

    • sebenarnya aktivitas apapun itu sepantasnyalah dilakukan dengan ikhlas.. sepenuh hati..

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: