Oleh: akbarmangindara | 28 Juli 2012

Permainan Akgasing Dan Kebudayaan

Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia memiliki ragam hasil-hasil kebudayaan yang sangat cantik dan menarik. Salah satu hasil kebudayaan itu adalah permainan-permainan tradisional yang diciptakan oleh para moyang-moyang kita terdahulu dan menurutku banyak memberikan pelajaran kehidupan. Tapi sayang, seiring berjalannya waktu permainan tradisional perlahan mulai ditinggalkan dan bahkan dilupakan.

Salah satu permainan yang cukup terkenal di daerah sulawesi selatan dahulu adalah “Akgasing”. Akgasing adalah permainan memutar gasing yang terbuat dari kayu yang sudah diasah dan dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai jambu. Hampir sama dengan permainan tradisional lainnya, lambat laun permainan ini juga sudah mulai ditinggalkan. Di daerahku sendiri di jeneponto, permainan ini bahkan sudah tidak pernah terlihat lagi sejak tahun 1996. Terakhir kali saya melihat tetangga Akgasing di arena lomba gasing antar desa. setelah itu permainan Akgasing sudah tidak pernah muncul lagi di permukaan.

Akgasing atau bermain gasing ini sejatinya dimainkan oleh kaum laki-laki mulai dari anak-anak sampai orang tua. dimainkan oleh 2 sampai 6 orang.

Saya teringat gasing pertama saya, gasing yang terbuat dari kayu pohon jambu yang banyak tumbuh di sekitar rumah di kelurahan pabiringa kabupaten Jeneponto. Untuk membuat gasing berputar dengan menggunakan tali pandan butuh keterampilan dan latihan yang rutin. Pertama-tama gasing dipegang dengan satu tangan dan tangan satunya melilitkan tali pandan kira-kira 3/4 badan gasing. Setelah itu gasing dilontarkan dengan sekuat tenaga ke depan. ketika gasing mulai lambat berputar dan akan jatuh, segera tali dihentakkan untuk mengembalikan kecepatan gasing semula.

Ada kesenangan tersendiri ketika memainkan permainan Akgasing ini. Banyak makna filosofi yang terkandung di dalam permainan ini seperti putaran gasing yang melambangkan roda kehidupan manusia yang terus berputar. Ketika gasing akan mulai jatuh ke tanah lalu kemudian dihentakkan tali untuk membuat gasing kembali berputar mengandung makna semangat kehidupan bahwa kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Sungguh bangga bahwa di negeri ini memiliki banyak permainan tradisional yang sarat akan makna. Berharap semoga permainan ini tidak punah di telan zaman seiring arus permainan modern yang lebih banyak identik dengan konten perkelahian yang cukup membuat anak-anak Indonesia candu dan mempengaruhi pola pikir mereka. Semoga!!!

Sumber Foto: http://gasingindonesia.wordpress.com/2009/02/28/gasing-makassar/

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: