Oleh: akbarmangindara | 26 Juli 2012

All About Love : Pikirkan Saja Bahagia Kita

Apa yang kamu rasakan waktu pertama kali jatuh cinta? Pasti rasanya begitu hebat, seperti ada sebuah tank di dalam hatimu yang sedang menembakkan peluru besinya ke udara. Bumm! Bumm! Gemuruhnya sampai naik ke kepalamu. Ataukah seperti ada sebuah karnaval di dalam sana, banyak hal menyenangkan yang bisa kamu lakukan. Ah, bahagianya.

Tapi kemudian perangnya semakin besar, tankmu rusak dan berkarat. Karnaval yang tadi meriah, sekarang harus gulung tikar karena tidak ada pengunjung. Awalnya kamu sudah tahu akan terjadi hal demikian, tapi kamu masih mengira-ngira. Hatimu hancur sejadi-jadinya, pasti dunia seperti mau runtuh saat itu. Seberapa pun kamu menahan sakitnya, kamu butuh waktu untuk menambal lukanya.

Kalau kamu gampang menjahit sebuah luka dan kembali menjatuhkan hati pada seseorang. Itu bukan hatimu yang murahan, kamu hanya terlalu baik untuk melihat keburukan dari seseorang. Kamu terlalu gampang memaafkan dan sulit untuk membenci. Lakukan itu terus sampai kamu menemukan yang benar-benar pantas untukmu. Kamu pasti akan banyak belajar dari hidup.

Lalu, jangan beritahu aku sekarang bagaimana perasaanmu. Mungkin aku adalah lelaki kesekian yang menjatuhkan hati padamu. Aku yakin lelaki manapun pasti begitu mudahnya menyukaimu, atau mungkin hanya lelaki beruntung yang bisa melihat sisi lainmu yang bisa mencintaimu dengan pantas. Dan sepertinya aku sedang beruntung, menemukanmu tanpa sempat kusadari.

Kamu tahu, aku juga sepertimu. Pernah menyukai seseorang sebelum kita saling bertemu, tapi waktu membuat kita sadar bahwa jodoh memang di tangan Tuhan, bahkan mereka bisa lebih dekat dari mata kaki kita sendiri.

Tiap orang berhak punya kesempatan kedua dalam hidup, bahkan ketiga dan juga keempat selama itu bukan kesalahan yang sama. Kita tidak mungkin menghakimi hidup seseorang hanya karena dia pernah dipenjara bukan? Aku juga tidak suka menghakimi masa lalu seseorang dan menganggapnya sama dengan dirinya yang sekarang, dia yang pernah jatuh cinta berapa kali atau apapun itu. Aku tidak pernah keberatan selama aku mencintainya. Iya, Itu karena cinta selalu membuat kita melihat sisi baik di antara sisi kehidupan yang buruk.

Jadi, jangan pikirkan apapun sekarang kecuali bahagianya kita di pernikahan kita besok. Orang tua kita, teman-teman kita yang datang mendoakan, senyum-canda mereka yang tak ada habisnya. Iya, jangan pikirkan apapun lagi tentang masa lalu. Karena aku siap lari bersamamu ke masa depan dan meninggalkan kenangan-kenangan pahitnya di belakang. Kalau kamu kelelahan, aku akan memapahmu. Aku tidak akan meninggalkanmu, memikirkannya saja aku tidak berani.

Itu bukan janji yang muluk-muluk. Aku tahu kalau hidup ini banyak ditaburi garam, tapi kita (sudah) lebih dari cukup untuk membuatnya lebih manis.

Kamu adalah tulang rusukku, dan aku adalah tulang punggung keluarga kecil kita, hingga nanti kita hanya tulang belulang.
Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: