Oleh: akbarmangindara | 25 Juli 2012

Tentang Menjalani Pertemanan

Ini pengalamanku menjalani “pertemanan” selama hidup. Sebagai cowok memiliki teman cewek atau cowok itu buatku ada-ada saja cobaannya. Berteman itu menurutku susah-susah gampang. Teringat sewaktu SD karena terlalu banyak punya teman cewek, orang-orang pada anggap saya abnormal. Ya jadi deh ledekan banci melekat selama kurang lebih enam tahun di SD. Karena kasus traumatik itu saya mulai membatasi pergaulan dengan teman-teman cewek.

Masuk SMP yang saya niatkan untuk membatasi pertemanan dengan teman cewek buyar seluruhnya, malah tambah lebih gawat lagi. Saya menjadi tidak bisa membatasi pertemananku. Bukan hanya spesies cewek ataupun cowok yang bertambah, spesies baru gabungan antara cewek cowok juga ada. Saya punya beberapa teman yang asli banci tulen dan saya cukup akrab dengannya. Malahan gara-gara itu, sempat pula saya dan teman-teman banci diberi gelar oleh teman-teman SMP sebagai F4. Waktu itu lagi masa-masa jayanya Taominse’ dan kawan-kawannya.

Jalan sama teman-teman cewek itu sebenarnya lumayan seru tapi cobaannya juga berat. Gosip yang berhembus tentang kamu yang abnormal jauh lebih parah dari sebelumnya. Seperti kata pepatah, makin tinggi pohon makin kencang angin yang menerpanya. Paling  jauh dipanggil banci tulen karena bergaulnya sama cewek. Jalan sama teman cowok lebih parah lagi, orang-orang pada curiga kita “Maho”. Pernah jalan sama sahabat saya di suatu mall, jalan berdua saja, lihat matanya orang-orang yang pandangi kita tuh aneh banget. Pasti Maho pikirku menerka pikiran-pikiran mereka.

Sekarang berada di perguruan tinggi dan angin kencang itu makin kencang berhembus. Saya berada di jurusan Keperawatan yang mayoritas kaum cewek berada di sini. Untungnya waktu mengajarkanku kedewasaan jadi kalau ada suara-suara sumbang entah dari mana tentangku ya saya masukkan ke telinga kanan kemudian dipantulkan lagi. Mengutip lirik salah satu lagu peterpan “tak perlu dengar kata mereka”.

Menengok spesies kategori lelaki ala Raditya Dika di Stand Up Commedinya, lelaki tuh cuma punya 2 tipe kalau ga bajingan berarti homo. Diperhadapkan pada dua pilihan yang bukan kita banget memang sangat memberatkan. Dari pada dibilang homo mending saya ambil kategori bajingan. Jadi bajingan yang baik tentunya.

Dari pada ngaco terus nih postingan mending ditutup saja. Assalamu alaikum.

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: