Oleh: akbarmangindara | 17 Juli 2012

Semangat Baru Di Bontoala

Hari itu hari rabu tepatnya 11 Juli 2012. Masih ada sedikit rasa lelah sehabis pulang dari praktik klinik di salah satu rumah sakit di kota Makassar. Tapi setelah membayangkan keceriaan adik-adik baruku semua rasa lelah itu sirna seketika. Hari ini saya ditugaskan oleh Palang Merah Indonesia Makassar untuk mengajar materi pertolongan pertama di SMP Islamiyah Bontoala. Buatku, merawat dan mengajar adalah 2 hal penting seperti 2 mata koin yang tak terpisahkan. Kedua orangtuaku adalah guru, mereka yang menginspirasiku. Intinya dari merawat dan mengajar adalah membuat orang menjadi semakin baik. Sebagai muslim saya sangat meyakini sabda nabi “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.”

Menurutku ilmu itu tidak boleh dimiliki sendiri, harus dibagi-bagi ke orang lain dan dengan begitu hidup ini akan menjadi jauh lebih baik. Sebagai fasilitator pertolongan pertama di PMI kota Makassar saya ditugaskan untuk mengajarkan pertolongan pertama di sekolah-sekolah kota Makassar mulai dari tingkatan SD, SMP, SMA bahkan Universitas. Kegiatan ini sudah saya lakoni lebih dari setahun.

Hari ini cuacanya begitu panas, dan panasnya terik matahari kota Makassar semakin membuatku membara untuk mengajar adik-adik baru di SMP Islamiyah Bontoala Makassar. Hampir 1 jam saya berputar-putar, mencari alamat sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Hingga akhirnya saya bertemu dengan salah seorang guru SMP Islamiyah Bontoala dipertigaan jalan yang mengantarkanku ke sekolah itu.

Ada 30 orang siswa yang mendaftar Palang Merah Remaja angkatan I di sekolah ini. Adik-adik di sini adalah orang-orang special. Banyak dari mereka yang juga bekerja sebagai payabo’ (pemulung) sehabis pulang dari sekolah.

Tak kenal maka tak tahu, tak tahu maka tak sayang. Pertemuan pertama ini saya awali dengan perkenalan dengan 30 adik-adik baru ini.

“Adik-adik sekalian perkenalkan nama saya Akbar mangindara bisa dipanggil akbar, bisa dipanggil mangindara tapi saya lebih senang dipanggil makan coto makassar.hehehe”

Serentak semua yang ada di dalam ruangan tertawa. Ini adalah strategi untuk menghilangkan kekakuan yang ada di dalam kelas ini. Satu persatu kemudian adik-adik siswa memperkenalkan dirinya.

Saya kemudian membawakan materi pertama yang saya bawakan yakni dasar-dasar pertolongan pertama. Saya mengawalinya dengan menanyakan “apakah ada yang tahu apa itu pertolongan pertama?”

Hampir semuanya terdiam, pikirku mungkin mereka masih malu-malu untuk mengutarakan apa yang ada di pikirannya.

Saya kemudian melanjutkan dengan menanyakan “Adik-adik di sini ada yang punya minyak gosok di rumahnya?”

Ada yang menjawab “punya”, ada juga yang menjawab tidak punya minyak gosok di rumahnya. Saya mengatakan kalau adik-adik terluka misalnya luka gores selain bisa diberi plester obat juga bisa di  beri minyak gosok. Itu salah satu praktik pertolongan pertama yang bisa di lakukan di rumah. Sama halnya jika ada keluarga yang demam, selain diberi obat juga bisa dikompres air biasa jika tidak punya obat penurun demam.

Menjelang istirahat saya iseng-iseng bertanya “adik-adik ada yang bercita-cita jadi dokter atau tenaga kesehatan?” Semuanya terlihat pada bingung. Tidak ada yang menjawab “ya” ataupun “tidak.” pikirku sebegitu susahnyakah untuk katakan saja ya atau tidak.

Tiba-tiba Ilham yang sedari tadi paling diam angkat bicara “buat apa jadi dokter, toh yang di sini akan jadi payabo’ semua nantinya”.

Kalaupun tidak jadi dokter kalian bisa menjadi apa saja yang kalian inginkan, tapi mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik ketimbang menjadi pemulung. Kalian itu tidak usah takut untuk bercita-cita setinggi-tingginya toh tidak ada yang larang untuk bercita-cita tinggi. Jawabku. Suasana kelas kembali hening.

Hari itu saya seperti menjadi gurunya laskar pelangi. Yang paling menginspirasi dari bukunya adalah perkataan kepala sekolahnya pak Mus yang pernah berkata “bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” Itulah yang saya ingin bagi kepada adik-adik di sini.

**

Karena kondisi ruangan yang cukup panas, membuat saya dan adik-adik siswaku bermandi peluh keringat. Kami yang berada di kelas di lantai 2 berpindah ke lantai 1 di sekolah dasar bontoala yang kebetulan kosong karena masa liburan sekolah. Sekolah di sini unik terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 merupakan sekolah dasar Bontoala yang terdiri dari 3 kelas sehingga adik-adik siswa SD berbagi waktu, ada yang masuk pagi dan ada juga yang masuk siang. Untuk lantai 2 merupakan SMP Islamiyah Bontoala yang terdiri dari 3 kelas juga.

Setelah istirahat kurang lebih 1 jam, saya kemudian melanjutkan materi pertolongan pertama. Kali ini seputar anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Karena materi ini banyak menggunakan kata-kata ilmiah yang pengucapannya cukup sulit, saya kemudian menjadikan kata-kata ilmiah ini sebagai nama pendidikan mereka selama menjalani pendidikan palang merah remaja.

Haaaaaaaaaaaaaaaa. Serentak semuanya teriak. Banyak pula yang tertawa saat saya memberikan nama ilmiah tulang-tulang manusia ke diri mereka.

“Lidah seperti terlipat-lipat ketika mengucapkannya” kata Mandibula alias Anisa sambil tersenyum. Strategi ini cukup jitu dan adik-adik mulai membiasakan mengucapkan kata-kata ilmiah kedokteran dengan memanggil teman mereka.

Saya kemudian menutup materi di sore itu dengan mengajarkan mereka tepuk palang merah ala Tarsan.

“Tepuk palang merah”

Huuuu!

Haaaaa!

Huuuu!

Haaaaa!

Huuuuuuuuuuuuuuuuuu!

Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!

Kembali seluruh kelas riuh dan tertawa terbahak-bahak.

***

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog Sampoerna School Of Education, bukan semata karena lomba tapi untuk berbagi pengalaman mengajar. Tulisan ini juga saya dedikasikan buat ayah dan ibu saya, beliau guru yang sudah mengabdi lebih dari 30 tahun dalam dunia pendidikan..

Iklan

Responses

  1. 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

    Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: