Oleh: akbarmangindara | 4 Juli 2012

Hati-Hati Keseringan Galau: Pertanda Gangguan Kejiwaan

galau

Dalam sebuah diskusi di salah satu perusahaan telekomunikasi seluler beberapa hari yang lalu dikatakan bahwa setiap harinya di Twitter orang mengupdate kata Galau sebanyak kurang lebih lima ribu kali dalam sehari. Ini menjadi sebuah trend di kalangan anak muda Indonesia hari ini “Kalau ga Galau ga keren Getohhhh”. Padahal jika sering mengalami kegalauan bisa mengakibatkan terjadinya gangguan kejiwaan. Penulis sendiri baru-baru mempelajarinya setelah seminggu lamanya berkutat dengan orang-orang yang mengalami gangguan dan sakit jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Sul-Sel yang dulunya terkenal dengan sebutan Rumah Sakit Dadi’.

Gangguan kejiwaan akibat kegalauan yang berlebihan tersebut dinamakan dengan gangguan kejiwaan bipolar yakni sebuah bentuk gangguan jiwa yang bersifat episodik atau berulang dalam jangka waktu tertentu. Gangguan ini biasa dimulai dari gejala perubahan mood (suana hati) dan bisa terjadi seumur hidup.

Ketika orang yang mengalami kegalauan lantas tidak mampu mengembangkan koping yang ada di dalam dirinya maka bisa terjadi perilaku depresi bahkan hingga sampai melakukan bunuh diri.

Perlu sikap optimisme dan menanamkan dalam diri, mengembangkan perilaku koping yang adaptif secara asertif guna menghindari dampak yang tidak diinginkan dari keadaan yang demikian. Para remaja yang keseringan galau harus bangkit, belajar dari setiap masalah yang terjadi dalam hidupnya bukan meratapi dan berlarut-larut di dalamnya. Intinya adalah “Hadapi Hayati dan Nikmati”.

***

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: