Oleh: akbarmangindara | 26 Juni 2012

Mahoni dan Perawatan Gangguan jiwa

Senin 25 Juni 2012. Hari ini adalah hari pertamaku praktik klinik keperawatan. Semakin terasa spesial karena rumah sakit yang saya tempati untuk praktik klinik adalah rumah sakit khusus daerah provinsi sulawesi selatan. Rumah sakit yang dulunya bernama rumah sakit Dadi, tempat perawatan bagi orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Kami disambut oleh 2 orang petugas rumah sakit yang kemudian memberikan orientasi pengenalan rumah sakit dan membagi kami ke dalam beberapa kelompok untuk ditempatkan di beberapa ruangan. Uniknya ruangan-ruangan yang ada di sini memakai nama-nama pohon.

Saya ditempatkan di ruangan Mahoni bersama 5 orang teman lainnya (salma, eki, maria rodin, nanna). Bersama Salma dan nanna untuk hari pertama ini di tempatkan di perawatan Mahoni wanita. Tiga teman lainnya di tempatkan diperawatan Mahoni Pria. Ruangan Mahoni adalah ruangan unit gawat darurat (UGD) di rumah sakit ini. Tempat pertama kali pasien masuk dan menjalani perawatan di rumah sakit ini.

Ada tiga pasien wanita di ruangan ini. Di hari pertama ini untuk pertama kalinya saya melihat pasien yang diberikan terapi elektrokonvulsif (ECT), merupakan suatu jenis pengobatan somatik dimana arus listrik digunakan pada otak melalui elektroda yang ditempatkan pada pelipis. Bisa ditebak apa yang terjadi pada pasiennya? Pasiennya menggelepar kejang beberapa saat setelah menerima terapi itu, tapi setelahnya pasiennya kemudian menjadi tenang.

Hari ini, saya juga melakukan pengkajian terhadap salah seorang pasien dengan Gangguan Psikotik Non Organik. Usianya masih sangat muda, seorang wanita yang usianya 4 tahun lebih muda dari usia saya. Sudah setahun dia mengalami hal seperti ini. Dari penuturan ibunya, hal ini bermula ketika dia keluar dari salah satu kamar mandi di kampusnya dan tiba-tiba merasa ketakutan.  Tidak ada kekerasan secara fisik dan mental di kampus itu. Ketika di tanya oleh ibunya tentang apa yang ditakutinya, dia tidak menjawab. Dia kemudian menjadi sangat pendiam, tidak senang dengan situasi yang ribut. Beberapa hari yang lalu dia berteriak-teriak dan mengata-ngatai tetangganya yang ribut yang kemudian membawanya berada di tempat ini sekarang.

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: