Oleh: akbarmangindara | 18 Juni 2012

Dalam Kenangan Bersama Bapak Almarhum Drs Arief Alim M.Ag (PD 2 Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar)

Senin, 18 Juni 2012 pukul 06.00

Innalillahi wa Inna ilaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah bapak Drs. Arief Alim, Pembantu Dekan 2 Fakultas Ilmu Kesehatan pukul 24.00 tadi malam. Berita yang Terdengar dari pelantang suara dari samping masjid kampus 1 UIN Alauddin.

Kututup novel “sepatu dahlan”, sedikit berurai air mata. Bukan karena isi novelnya yang sangat mengharukan tapi mendengar kabar meninggalnya Ayahanda PD 2. Ayahanda yang belum cukup satu semester menjabat di Fakultas Ilmu Kesehatan.

Di atas tempat tidur di markas poliklinik KSR PMI UIN Ku menutup mata dan terlintas kenangan bersama Beliau ketika pertama kali bertemu. Wajah yang begitu bersahaja dan sendu. Semakin bersahaja tatkala dia mengernyitkan senyum dari wajahnya.

Suatu hari, pada siang hari di kantin samping Fakultas Ilmu Kesehatan.

Bagus sekali pakaian dinas harianmu nak! Bapak PD 2 membuka pembicaraan sambil menatapku dengan tatapan yang penuh persahabatan. Menatap baju PDHku dengan penuh kekaguman. Bapak PD 2 tepat berada duduk di depanku, di meja kantin. Saya masih  tertunduk ketika itu, masih mengunyah makanan di mulutku.

Iya pak. Sahutku, dengan makanan yang masih bergumal di mulutku.

Ini Pakaian Dinas Harian KSR PMI UIN pak! Sambil melempar senyum balik kepada beliau.

Kamu dari fakultas mana?

Saya Fakultas Ilmu Kesehatan Pak. Saya dari Jurusan Keperawatan.!

Beberapa saat kami berdua berbincang. Hingga kemudian Kapurung pesanannya pun datang. Saya pun sudah hampir menghabiskan makanan di atas piringku, nasi putih dengan sayur lodeh, telur goreng mata sapi, dan perkedel jagung kesukaanku. Sudah lama saya tahu bahwa orang di depanku adalah ayahanda PD 2 yang baru di Fakultas Ilmu Kesehatan.

Kamu asalnya dari mana?

Saya dari Jeneponto pak.!

Ooo, klo saya orang Bugis Palopo. Makanya saya suka sekali makan kapurung..

Saya telah menghabiskan makanan di piringku. Ku raih air minum kemasan yang berada tepat di samping piringku. Sesaat kemudian saya berdiri.

Bu, berapa harga makanan saya..

Belum saya mengeluarkan uang dari dompet, pak PD 2 langsung menyela pembicaraan

Tidak usah bayar nak biar saya yang bayar.

Terimakasih banyak pak. Bergegas saya pergi, keluar dari kantin karena ada kegiatan lain yang saya harus ikuti.

Cerita di atas, adalah secuil ingatanku yang masih bisa saya ingat, tatkala pertemuan dan perbincangan pertamaku dengan bapak PD 2. Beliau yang namanya begitu sulit saya ingat, tapi kebaikannya masih terus membahana di ingatanku. Mungkin sebuah dosa besar bagiku, baru hari ini aku tahu nama asli bapak PD 2. Drs. Arief Alim, M.Ag, seperti namanya, beliau orang yang arif bijaksana. Semoga Arwah beliau diterima di Sisi Allah SWT.

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: