Oleh: akbarmangindara | 29 Mei 2012

Imunisasi-Vaksinasi Dalam Pandangan Islam serta konspirasinya

Imunisasi adalah tindakan untuk memberikan imunitas (perlindungan, proteksi, antibodi, kekebalan, dan resistensi) dari serangan penyakit ke dalam tubuh manusia.
Vaksinasi adalah cara imunisasi dalam kedokteran Barat. Yaitu dengan cara memasukkan vaksin (materi antigen, virus yang telah dimatikan atau dilemahkan dan atau racun) pada tubuh manusia untuk menghasilkan sistem kekebalan terhadap penyakit, infeksi dan atau virus tertentu.
Jenis vaksinasi
  1.  Vaksinasi polio
  2.  Vaksinasi hepatitis
  3.  Vaksinasi tetanus
  4.  Vaksinasi HIV/Aids
  5.  Vaksinasi Meningitis
  6.  Vaksinasi Cacar
Sekilas tentang sejarah vaksin
Awal mula vaksin ditemukan pada Abad ke 7 di Cina. Sekolompok orang Budhisme menemukan bahwa mereka bisa menjadi imun terhadap efek racun ular dengan cara meminum suatu bahan yang sangat bau.
Masih di Cina, pada abad 16, bagaimana orang mengkontakkan diri dengan cacar air dengan menempatkan sebentuk bahan yang menjadi penyebab terjadinya cacar air pada anak yang terjangkit penyakit ke dalam hidung anak-anak yang sehat.
Di Barat, imunisasi pertama ditemukan oleh Edward Jenner pada tahun 1796 (1798). Yaitu vaksin untuk penyakit cacar, dengan menggunakan cacar sapi sebagai bahan untuk menimbulkan imunitas pada manusia.
Pada tahun 1885 vaksin rabies ditemukan oleh Louis Pasteur. Pada tahun 1955 Jonas Salk menemukan vaksinasi untuk penyakit polio (poliomylitis).  Selanjutnya oleh Albert Sabin pada tahun 1961 (1963) mengembangkan vaksin polio oral, setelah vaksin Salk  mengalami kegagalan. Demikian seterusnya gerakan imunisasi dan vaksinasi dan  penemuan vaksin-vaksin baru  terus berkembang, khususnya pada tahun 1974.  Pada tahun inilah gerakan dari program imunisasi sangat intens di dunia termasuk di Indonesia misalnya PIN (Pekan Imunisasi Nasional) dan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).
Vaksin modern dilakukan oleh Flexner Brothers, kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh keluarga Rockefeller yang berkebangsaan Yahudi yang paling berpengaruh di dunia dan mereka adalah bagian dari zionisme internasional. Mereka adalah pendiri WHO  dan  lembaga Strategis lainnya.
Kata Ilmuan tentang Imunisasi-vaksinasi
Dr. James R. Shannon (Mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika) mengatakan: “satu-satunya vaksin yang aman adalah  tidak pernah digunakan.”
Dr. W.B. Clarke, seorang peneliti kanker Inggeris, berkata: “ Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi.
Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Vaksin Nasional Amerika, mengatakan: “Vaksin bertanggungjawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syaraf, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis … . Bahkan Aids yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia sekarang ini.
Dr. William hay, dalam bukunya Immunisation: The Reality behind the  Myth, mengatakan bahwa “Tak masuk akal menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan  tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apa pun juga ke dalamnya.
Beberapa Kasus di Negara mewajibkan Vaksinasi
Jepang mewajibkan kewajiban vaksin pada tahun 1872. Dan pada tahun 1892 ada 165774 kasus cacar dengan 29979 berkahir dengan kematian walaupun telah ada program vaksin.
Di Inggris telah dilakukan pemaksaan vaksin cacar pada tahun 1867. Hanya dalam 4 tahun, 97,5% masyarakat jepang dari umur 2-50 tahun telah divaksin. Setahun kemudian Inggeris mengalami epedemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Sedang kasus polio telah mengalami penurun 82% sebelum vaksin polio diperkenalkan pada tahun 1955
Kasus di Indonesia
Anak Bapak Adam bernama Ayu berusia 2,5 tahun, pada tahun 1997 kondisinya sangat sehat. Tetapi setelah divaksinasi polio langsung sakit, panas tinggi, kejang-kejang, kira-kira 3 bulan kemudian Ayu pun meninggal. Anak pertama dan ketiga tidak diimunisasi ternyata sehat-sehat dan cerdas.
Ibu Ating di Tasik mempunyai cucu bernama Ela, setelah diimunisasi polio, 15 hari kemudian menjadi lumpuh dan pada tahun 2008 Ela berusia 14 tahun, kakinya kecil sebelah dan menjadi cacat.
Kesaksian Ibu Hj Melin Fimna di Padang ; “setelah saya  divaksin Meningitis sebagai persyaratan haji, saya langsung sakit, tidak bisa bangun selama 7 hari, flu, batuk-batuk dan buang-buang air selama 14 Hari.
Mengapa vaksin (vaksinasi) tidak menyehatkan?
Zat-zat kimia yang berbahaya dalam vaskin antara lain: Merkuri, formaldehyde dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang, seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif, kemandulan dan lain-lain. Dalam 10 tahun terakhir jumlah anak autis di setiap negara bagian Amerika meningkat antara 200-500%.
Penggunaan Asam Amino Babi dalam vaksin bukan rahasia lagi. Dan Azam Amino Babai sangat berbahaya bagi manusia. Vaksinasi adalah konspirasi zionisme internasional. Tujuannya adalah menguasai dunia internasional dengan jalan mematikan generasi bangsa-bangsa lainnya.
Pandangan Islam tentang penyakit dan vaksin?
Prinsip pengobatan dalam Islam:
1.Jika sakit wajib berobat karena perintah Allah.

2. Keyakinan Islam dan kaum muslimin bahwa setiap penyakit yang diturunkan Allah, juga telah diturunkan obatnya kecuali kematian tidak ada obatnya. Masalahnya Apakah kematian itu penyakit?

3. Dalam pandangan Islam Haram berobat dari barang dan benda yang haram. Karena semua yang diharamkan dalam al-Quran, dapat memberikan efek kerusakan pada manusia. Sebaliknya semua yang diperintahkan memiliki manfaat bagi manusia. Dengan demikian semua yang merusak harahm hukumnya dalam Islam.

4. Jika apa yang telah dikemukakan di atas tentang fakta vaksin di dunia kedokteran Barat yang penuh dengan konspirasi dan bahaya yang banyak, maka dapat dinyatakan bahwa vaksin adalah haram hukumnya atau setidaknya makruh.

Solusi Islami tentang imunisasi

Tuhan telah menciptakan dalam diri setiap manusia sistem imun.

2. Perlu dikembangkan sistem imunisasi yang holistik yaitu penyatuan imunisasi rohaniah dan jasmaniah.

3. Perlu dikembangkan lingkungan publik yang sehat dan steril sebagai bentuk sistem imunisasi lingkungan hidup. Seperti kwalitas air bersih dan sanitasi (kebersihan lingkungan); mengurangi kepadatan hunian (dan bukan kepadatan penduduk); peningkatan nutrisi dan atau gizi yang lebih baik dan perbaikan standar hidup.

Sumber : Hasil seminar kesehatan keperawatan UIN Alaudddin Makassar

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: