Oleh: akbarmangindara | 5 Mei 2012

Pentingnya Kebutuhan Istirahat dan Tidur

Istirahat merupakan keadaan relaks tanpa adanya tekanan emosional, bukan hanya dlm keadaan tdk beraktifitas tetapi juga kondisi yang membutuhkan ketenangan. Tidur merupakan kondisi tdk sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus/sensoris yang sesuai  (Guyton, 1986).

Karakteristik istirahat

1.Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi.
2.Merasa diterima
3.Mengetahui apa yg sdg terjadi.
4.Bebas dari gangguan ketidaknyamanan.
5.Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yg mempunyai tujuan.
6.Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan. (Narrow – 1967, yg dikutip oleh  Perry dan Potter – 1993 )

Fisiologi tidur

Merupakan pengaturan kegiatan tidur oleh adanya hubungan mekanisme cerebral yg secara bergantian untuk mengaktifkan & menekan pusat otak agar dapat tidur & bangun. Salah satu aktifitas tidur diatur oleh sistem pengaktivasi retikularis (Reticular Activating System – RAS) yang merupakan sistem yang mengatur seluruh tingkatan kegiatan SSP termasuk pengaturan kewaspadaan & tdr yg terletak dalam mesensefalon & bagian atas pons.  RAS dpt memberikan rangsangan visual, pendengaran, nyeri, perabaan, menerima stimulasi dr korteks serebri termasuk rangsangan emosi & proses pikir.

Dlm keadaan sadar, neuron dlm RAS akan melepaskan katekolamin seperti norepineprin. Demikian juga pada saat tidur, kemungkinan disebabkan adanya pelepasan serum serotinin dr sel khusus yg berada di pons & batang tengah otak, yaitu Bulbar synchronizing regional (BSR).

Bangun tidur adalah keseimbangan impuls yg diterima dipusat otak & sistem limbik. Dengan demikian, sistem pd batang otak yg mengatur siklus/ Perubahan dalam tidur ialah RAS & BSR  .

Jenis-jenis tidur

Dlm prosesnya, tidur dibagi 2 jenis :

1. Tidur gelombang lambat (slow wave sleep) = Non rapid eye movement (NREM). Disebabkan oleh menurunnya kegiatan dlm sistem pengaktivasi reticularis.

2. Tidur paradoks = Rapid eye movement (REM). Disebabkan oleh penyaluran abnormal dr isyarat-isyarat dlm otak meskipun kegiatan otak mgkn tdk tertekan secara berarti.

Tidur gelombang lambat

Dikenal dgn tdr yg dlm, istrahat penuh, tdr nyenyak, tdr gelombang delta. Pada tidur jenis ini, gelombang otak bergerak lbh lambat shg menyebabkan tidur tanpa bermimpi.
Ciri-ciri :
1. Betul-betul istrahat penuh
2. Tekanan darah menurun
3. Frekuensi nafas menurun
4. Pergerakan bola mata melambat
5. Mimpi berkurang
6. Metabolisme menurun
Ciri-ciri :
1. Betul-betul istrahat penuh
2. Tekanan darah menurun
3. Frekuensi nafas menurun
4.Pergerakan bola mata   melambat
5. Mimpi berkurang
6. Metabolisme menurun
Perubahan selama proses tidur gelombang lambat ialah melalui elektroensefalografi dengan memperlihatkan gelombang otak berada pd setiap tahap tidur, yaitu ;
1. Kewaspadaan penuh dgn   gelombang beta yg   berfrekuensi   tinggi &   bervolatse rendah.
2. Istrahat tenang yg diperlihatkan pada gelombang alfa.
3. Tdr ringan krn tjd perlambatan   gelombang alfa ke jenis teta   atau   delta yg bervoltase   rendah.
4. Tdr nyenyak krn gelombang   lambat   dgn gelombang delta   bervoltase   tinggi   dgn   kecepatan 1 – 2 per   detik.
Tahapan tidur gelombang lambat

Tahap I : Merupakan tahap transisi antara bangun & tidur, dengan ciri sbb ;

– Rileks

– Masih sdr dgn lingk

– Merasa mengantuk

– Bola mata bergerak dr samping ke   samping.

– Frekuensi nadi & nfs sdkt menurun.

– Dpt bgn segera selama tahap ini   berlangsung selama 5 menit.

Tahap II : Merupakan tahap tidur ringan & proses tbh terus menurun, dgn ciri sbb ;

– Mata pd umumnya menetap

– Denyut jtg & frekuensi nfs menurun

– Temperatur tbh menurun.

– Metabolisme menurun.

– Berlangsung pendek & berakhir 10 –   15 menit.

Tahap III : Merupakan tahap tidur, dengan ciri sbb ;

– Denyut nadi, frekuensi nfs &   proses   tbh   lainnya lambat,   disebabkan   oleh   dominasi sistem saraf   parasimpatis &   sulit utk bgn.

Tahap IV : Merupakan tahap tidur, dengan ciri sbb ;

– Kecepatan jtg & pernafasan   menurun.

– Jarang bergerak & sulit   dibangunkan.

– Gerak bola mata cepat.

– Sekresi lambung menurun.

– Tonus otot menurun.

Tidur Paradoks

Dapat berlangsung pada tidur malam yang terjadi selama 5 – 20 menit, rata-rata 90 mnt. Periode pertama terjadi selama 80-100 menit, akan tetapi apabila kondisi org sangat lelah, maka awal tidur sangat cepat bahkan jenis tidur ini tdk ada.
Ciri tidur paradoks ialah sbb :
a. Biasanya disertai dgn mimpi aktif.
b. Lebih sulit dibangunkan daripada selama  tidur  nyenyak gelombang lambat.
c. Tonus otot selama tdr nyenyak sgt   tertekan,   menunjukkan inhibisi   kuat   proyeksi spinal atas   sistem   pengaktivasi retikularis.
d. Frekuensi jtg & pernafasan mjd tdk   teratur.
e. Pd otot perifer tjd gerakan otot yg   tdk teratur.
f. Mata cpt tertutup & terbuka, nadi   cpt & irreguler, tekanan drh   meningkat / berfluktuasi, sekresi   gaster & metabolisme   meningkat.
g. Tdr ini ptg utk keseimbangan   mental, emosi jg berperan dlm   belajar, memori & adaptasi

Fungsi & tujuan tidur

Secara jelas tdk diketahui. Diyakini bahwa tidur dapat digunakan ;
– Menjaga keseimbangan   mental,   emosional &   kesehatan.
– Mengurangi stress pada paru,   kardiovaskuler, endokrin dll.
Secara umum terdapat 2 efek fisiologis tidur ;
1.Pada sistem saraf yg diperkirakan dpt memulihkan kepekaan normal & keseimbangan diantara bbg susunan saraf.
2.Pada struktur tubuh dgn memulihkan kesegaran & fungsi dlm organ tubuh karena selama tidur terjadi penurunan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan tidur

1.Penyakit

2.Latihan dan kelelahan

3.Stress psikologis

4.Obat

5.Nutrisi

6.Lingkungan

7.Motivasi

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: