Oleh: akbarmangindara | 10 Januari 2012

“Tiga Pertanyaan Mahasiswa PhD terhadap guru ngaji”

Ada seorang pemuda yang telah lama tinggal dan sekolah dinegeri Paman Sam,dan dia berhasil mendapatkan gelar Doktornya,dan dia kembali ketanah air.Sesampainya dirumah dia meminta orangtuanya untuk mencarikan guru agama,untuk dia tanyai dengan tiga pertanyaan besar.Siapapun boleh menjawabnya.

Akhirnya orangtuanya berhasil membawakan seorang guru ngaji kepadanya:
“Anda Siapa..? dan apakah bisa anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya..?” Pemuda itu bertanya.
“saya hamba Allah dan dengan Izin-Nya saya akan bisa menjawab pertanyaan saudara..” jawab guru agama
“anda yakin..?sedang profesor dan banyak orang pintar saja tidak sanggup menjawab pertanyaan saya.” tantang sang pemuda
“Saya akan mencoba menjawab sesuai dengan kemampuan saya..” jawab guru agama

“saya punya tiga pertanyaan..
1. Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukkan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dimaksud dengan Takdir..?
3. Kalau syetan diciptakan dari api,kenapa dimasukkan kedalam neraka yang terbuat dari api..?tentu tidak menyakitkan buat syetan,karena mempunyai unsur penciptaan yang sama..

Apakah Tuhan tidak pernah Berpikir sejauh itu..?” tanya pemuda itu.

Lalu tiba-tiba guru ngaji itu menampar pipi sang pemuda dengan kerasnya.Sehingga sang pemuda merasa kesakitan.
“kenapa anda marah kepada saya..?” tanya pemuda itu sambil menahan kesakitan
“Saya tidak marah,tamparan saya itu adalah jawaban dari tiga pertanyaan saudara..” jawab guru ngaji

“saya sungguh tidak paham..” kata pemuda itu
Guru ngaji bertanya “bagaimanakah rasanya tamparan saya..?”
“tentu saja sakit,” jawab pemuda
“berarti anda percaya bahwa sakit itu ada..?” tanya guru ngaji
pemuda itu mengangguk tanda percaya

Guru ngaji bertanya lagi,”tunjukkan wujud sakit itu pada saya..!”
“tidak bisa..” jawab pemuda
itu jawaban dari pertanyaan pertama,Kita semua merasakan kewujudan Tuhan,tanpa kita bisa melihat wujudNya.

Guru ngaji bertanya lagi,”Apakah tadi malam anda bermimpi ditampar oleh saya..?”
“tidak” jawab pemuda itu.
“apakah anda berpikir hari ini akan menerima tamparan dari saya..?” tanya guru ngaji
“tidak..” jawab pemuda
“Itulah takdir” jawab guru agama

Guru ngaji bertanya lagi,”terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda..?”
“kulit” jawab pemuda
“terbuat dari apa pipi anda..?”tanya guru ngaji lagi
“kulit..” jawab pemuda
“bagaimana rasanya tamparan saya…?”
“Sakit..”jawab pemuda

“Jika syetan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, tapi kalau Tuhan sudah berkehendak, maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syetan”.

Lalu sang pemuda akhirnya mengakui,bahwa apa yang dia dapatkan selama ini adalah masih belum apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dimilik oleh seorang guru ngaji.

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: