Oleh: akbarmangindara | 22 April 2011

Refleksi Di Hari Bumi, 22 April 2011

Hari ini tepatnya 22 April 2011 kembali kita memperingati hari bumi sedunia. Sebuah pertanyaan, apa yang telah kita berikan untuk bumi ini. Apakah terus-terusan kita hanya menjadi sebuah parasit dalam bumi ini?

Peringatan hari bumi kali ini seharusnya menyadarkan kita semua tentang kondisi alam sekitar kita. Bisakah kita para penduduk bumi yang notabene berjumlah 6 Milyar manusia bisa menyisihkan sedikit waktu memperhatikan kondisi bumi hari ini? Menyisihkan sedikit waktu untuk menanam 1 pohon saja di teras rumah. Menyisihkan sedikit waktu untuk memungut 1 sampah yang bertebaran. Menyisihkan sedikit waktu untuk bumi untuk semenit tanpa polusi di bumi ini. Bisakah kita melakukan itu untuk bumi sehari ini saja?

Bumi Ini Di Tangan Kita. Mari Selamatkan Bumi..!

Kembali saya teringat sebuah tulisan di kompas. Judulnya Pesan bumi pada hari bumi.

Pesan Bumi Pada Hari Bumi

Andaikan bukan lima milyar manusia menghuni  bumi, melainkan  lima  milyar harimau; tidak  ada  jarak seratus meter pun di Pulau Jawa tanpa anda bertemu seekor  harimau.  Apa anda  tidak  akan  mengalami trauma/frustrasi dihantui begitu banyak harimau? 

Bagi umat bumi yang beruntung tidak dibudidayakan, melihat manusia ibarat melihat harimau yang  lebih harimau  daripada harimau yang sebenarnya;  karena “manusia  harimau” ini tidak puas  memakan  daging saja,  melainkan  juga hasil  tumbuh-tumbuhan,  ya buah,  daun, bunga, kayu bahkan juga bahan  bakar, logam, plastik, semen, beton dan lain-lain lagi. 

Bayangkan,  untuk memenuhi kebutuhan  lima  milyar “manusia harimau” itu, betapa banyak makhluk  bumi harus  dibudidayakan  (alias  dicalon-korbankan), diburu,  ditembak, dijerat,  dijaring,  dipancing, dibabat,  digergaji,…. Perut bumi pun dibor  dan diledakkan.  Dan pengotorannya  tidak   tanggung-tanggung  mencemari  tanah,  sungai,  laut,  udara bahkan  menyebabkan  hujan asam,  merusak  lapisan ozon diudara dan meningkatkan suhu bumi. 

Jika dibiarkan, dalam tahun 2025 menurut  ramalan, umat manusia akan mencapai jumlah 8,5 milyar. Naik sekitar 3,5 milyar dalam 35 tahun menuju malapeta­ka dimana bumi berikut umat insan akan meratap dan berkabung. 

Sebaliknya,  andaikan  bukan  kenaikan   melainkan penurunan   3,5  milyar jumlah penduduk  itu  bisa diwujudkan, bumi dan umat insan akan berseri. Begitulah pesan bumi. 

Sadar akan “menghamanya” umat manusia, di  Indonesia, terutama dikota-kota besar yang padat  penduduk,  pasangan-pasangan subur sibuk  ber-KB  untuk menurunkan jumlah populasi sampai serendah-rendahnya.  Memang  lebih baik,  daripada  menurunkannya melalui  peperangan  atau  membiarkan  orang-orang mati konyol melalui kelaparan atau penyakit.   “Satu  anak  saja demi masa  depan  tanpa  polusi, tanpa kemacetan  lalu-lintas, tanpa  pengangguran, tanpa  kemiskinan,  tanpa  harus  hidup  berhimpit dalam kampung kumuh/rumah susun, tanpa transmigrasi,  tanpa  penggusuran,  tanpa  cemas  kehamilan, tanpa pengguguran,…”   

Begitulah semboyan mereka. Semoga menjadi kenyataan.                                     

Kompas, 29 April 1990.

Peringatan hari bumi hari ini semoga semakin menyadarkan kita dan memberikan sedikit penghargaan bagi bumi ini. Ingat kawan, Kita tak mewarisi bumi ini dari orang tua ataupun nenek moyang kita, tapi kita meminjamnya dari anak dan cucu kita kelak.

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: