Oleh: akbarmangindara | 14 April 2011

Hati-Hati Sering Minum Antasida (Semakin Banyak Antasida, Lambung Akan Semakin Buruk)

antasidadoen

Informasi ini baiknya diketahui oleh orang yang menderita Maag dan sering mengonsumsi Antasida atau obat-obat Maag yang diperjual belikan di pasaran dalam waktu yang lama dan berkelanjutan.

Ada dua tempat dalam tubuh manusia yang lingkungan dengan keasaman tinggi berfungsi sebagai tindakan perlindungan. Satu adalah di dalam lambung, dan yang satu lagi adalah pada vagina wanita. Kedua tempat ini memiliki kadar keasaman tinggi dengan pH 1,5 hingga 3,0, dengan fungsi utama membunuh bakteri.

Dengan kata lain, karena bakteri menyerang baik lambung maupun vagina, kedua tempat itu harus memproduksi asam yang kuat untuk membunuh bakteri itu. Sering, jika asam lambung yang sangat penting untuk melindungi tubuh, dihambat dengan menggunakan obat-obatan, bakteri yang mengandung racun kuat lolos dari lambung dan masuk ke usus, dan bakteri itu dapat menyebabkan diare serta berbagai penyakit.

Jika sekresi asam lambung dihambat, sekresi pepsin dan asam hidroklorida yang mengaktivasi enzim-enzim pencernaan juga terhambat sehingga mengakibatkan kesulitan mencerna. Terlebih lagi, asam lambung yang tidak cukup banyak, mempersulit penyerapan zat besi dan mineral, serta kalsium dan magnesium. Oleh karenanya, orang-orang yang pernah mengalami gastrektomi atau tukak lambung atau kanker lambung selalu menderita anemia karena setelah lambung mereka diambil melalui pembedahan, sekresi asam lambung tidak lagi terjadi dan mereka tidak dapat menyerap zat besi.

Penghambatan asam lambung mengacaukan keseimbangan bakteri di dalam usus sehingga mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Konon terdapat sekitar 100 triliun bakteri dari 300 varietas berbeda hidup dalam usus manusia. Diantaranya, terdapat bakteri yang dianggap baik seperti Lactobacillus bifidus (bifidobacterium) dan bakteri jahat seperti bakteri welsh. Namun, mayoritas bakteri yang terdapat di dalam usus bukanlah bakteri baik ataupun jahat, melainkan bakteri sedang. Bakteri-bakteri sedang ini memiliki sifat yang unik yakni jika jumlah bakteri baik dalam usus bertambah banyak, bakteri-bakteri sedang ini menjadi bakteri baik; sementara jika jumlah bakteri jahat bertambah banyak, bakteri-bakteri sedang kemudian menjadi bakteri jahat. Oleh karena itu, bakteri sedanglah yang mencondongkan keseimbangan antara bakteri baik dan jahat, dan keseimbangan itu menentukan kesehatan lingkungan usus secara keseluruhan.

Jika sekresi asam lambung tidak cukup, enzim-enzim pencernaan tidak dapat diaktivasi sehingga makanan yang belum tercerna melaju terus ke dalam usus. Makanan yang seharusnya sebagian besar dicerna dan diserap dalam usus tetap tidak tercerna di dalam usus besar. Suhu di dalam usus besar manusia adalah 370C, yang sebanding dengan suhu udara di tengah musim panas. Makanan yang tidak tercerna itu pun membusuk dan fermentasi abnormal terjadi. Sebagai akibatnya, sejumlah bakteri jahat berkembang biak secara abnormal di dalm usus besar, dan melemahkan sistem tubuh.

Dengan demikian, semakin banyak antasida yang anda minum, semakin banyak pula kerusakan yang diderita oleh tubuh anda. Untuk menghindari kerusakan ini, anda harus  mencegah heartburn atau kembung yang menyebabkan ingin mengonsumsi antasida. Jika mengerti penyebab heartburn dan kembung, anda dapat mencegahnya hanya dengan sedikit tindakan pencegahan.

Heartburn terjadi jika asam lambung mengalir naik kembali ke kerongkongan. Kerongkongan rentang terhadap asam karena biasanya lingkungan itu bersifat basa. Oleh karena itu, jika asam lambung terkumpul di dalm kerongkongan, secara tidak sadar orang-orang menelan air liur mereka yang bersifat basa, untuk menurunan asam lambung yang mengalir naik. Namun jika anda makan terlalu banyak atau mengalami kesulitan mencerna, sehingga menyebabkan asam membengkak dan menjadi sulit untuk mendorong asam itu turun dengan air liur, hal ini menimbulkan luka-luka seperti lecet yang disebut erosi pada kerongkongan. Dalam keadaan seperti itu, jika asam lambung mengalir naik ke dalam kerongkongan, yang terjadi bagaikan menuang alcohol ke atas luka, dan menyebabkan gejala-gejala rasa sakit atau ketidaknyamanan yang secara umum dikenal sevagai heartburn. Dan rasa lega yang anda rasakan setelah meminum antasida disebabkan oleh ditekannya sekresi asam lambung lebih lanjut.

Dengan kata lain, untuk mencegah heartburn, yang harus anda lakukan hanyalah mencegah apa yang ada di dalam lambung mengalir kembali ke dalam kerongkongan. Dan untuk melakukannya, pertama-tama anda harus menahan diri untuk tidak terlalu banyak makan dan minum, serta mengurangi rokok, alcohol, dan kopi. Satu hal penting lain untuk diingat adalah menyelesaikan makan malam empat atau lima jam sebelum pergi tidur sehingga lambung anda kosong saat anda pergi tidur.

Dipermukaan mukosa lambung, terdapat tonjolan-tonjolan sangat kecil bernama vili atau jonjot-jonjot yang mengeluarkan asam lambung. Namun, jika seseorang terus menerus minum antasida untuk menekan sekresi lambung, jonjot-jonjot ini menjadi semakin pendek dan semakin pendek saja sehingga fungsi mereka melemah. Hal ini dikenal sebagi penyusutan mukosa. Sementara penyusutan mukosa berlanjut, mukosa lambung menjadi tipis, dan menyebabkan peradangan-atau gastritis atrofi. Lambung yang menderita gastritis atrofi dapat dengan mudah menjadi tempat berkembang biaknya Helicobacter pylon (H.pylon) dan bakteri-bakteri jenis lain sehingga secara perlahan memperburuk peradangan di lambung dan pada akhirnya menyeabkan KANKER LAMBUNG.

Sumber:

Sinya, Hiromi. 2010. The Miracle Of Enzyme. Qanita: Bandung

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: