Oleh: akbarmangindara | 22 Maret 2011

MINUM SUSU ITU BURUK

Susu

Susu merupakan makanan terpenting dan sumber kehidupan satu-satunya bagi bayi di bulan-bulan pertama usianya. Susu terbaik untuk anak adalah air susu ibu karena dengan menyusui terjadilah kontak cinta dan kasih sayang antara ibu dan anak. Ibu adalah orang yang paling mampu memberikan cinta dan kehangatan yang sesungguhnya kepada anak dengan naluri keibuannya yang diberikan Allah kepadanya. Susu terbaik untuk manusia ya air susu ibu (ASI) bukan air susu sapi.

Nutrisi utama dalam susu sapi cocoknya untuk anak sapi. Yang penting bagi pertumbuhan anak sapi belum tentu berguna bagi manusia. Terlebih lagi dalam dunia alami, hewan yang minum susu hanyalah bayi yang baru lahir. Tidak ada mamalia yang minum susu setelah dewasa (kecuali homo sapiens). Inilah cara kerja alam. Hanya manusia yang dengan sengaja mengambil susu dari spesies lain, mengoksidasi dan meminumnya. Ini bertentangan dengan hukum alam.

Sesungguhnya, tidak ada makanan lain yang lebih sulit dicerna daripada susu terutama susu yang dijual di toko. Karena susu zat cair yang encer, sebagian orang meminumnya bagaikan air saat mereka haus. Ini sebuah kesalahan besar. Kasein, yang membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga mencernanya menjadi sangat sulit. Terlebih lagi, dalam susu yang dijual di toko, komponen tersebut telah dihomogenisasi. Homogenisasi berarti meratakan kadar lemak dalam susu dengan cara mengaduknya. Homogenisasi adalah hal yang buruk karena saat susu diaduk, udara ikut bercampur di dalamnya  dan mengubah komponen lemak dalm susu itu itu menjadi zat lemak teroksidasi-yaitu lemak dalam keadaan oksidasi lanjut. Dengan kata lain, susu homogeny menghasilkan radikal bebas dan memberikan pengaruh yang sangat buruk bagi tubuh.

Susu yang mengandung lemak teroksidasi kemudian dipasteurisasi dalam suhu tinggi di atas 100oC. Enzim sangatlah sensitive terhadap panas, dan mulai hancur pada suhu 93,3oC. dengan kata lain, susu yang dijual di toko bukan saja tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya juga telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi. Dapat dikatakan susu adalah jenis makanan yang terburuk.

Pernah mendengar bahwa jika memberikan susu yang dijual di toko kepada anak sapi dan bukan susu yang datang langsung dari induk sapi, anak sapi itu akan mati dalam empat atau lima hari. Hidup tak dapat ditopang dengan makanan yang tidak mengandung enzim.

Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus kita. Sebagai akibatnya, racun-racun seperti radikal bebas, hydrogen sulfide dan ammonia dalam usus. Penelitian mengenai proses apa saja yang dialami racun-racun ini dan penyakit-penyakit jenis apa saja yang dapat timbul masih berlangsung. Namun, beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa susu tidak hanya menyebabkan alergi, tetapi dihubungkan dengan diabetes pada anak-anak.

Satu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun, ini adalah sebuah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis.

Pada umumnya, dipercaya bahwa kalsium dalam susu mudah diserap daripada kalsium dalam makanan-makanan lain seperti ikan kecil, hal ini tidak sepenuhnya benar. Kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Walau sepintas hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dengan kata lain, jika mencoba untuk minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh secara keseluruhan. Dari empat Negara susu besar-Amerika, Swedia, Denmark dan Finlandia-di Negara yang banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.

Referensi:

Shinya, Hiromi. 2010.  The Miracle Of Enzyme. Jakarta: Qanita

Iklan

Responses

  1. terimakasih informasinya 🙂

    Suka

  2. Lebih enak minum colostrum..

    Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: