Oleh: akbarmangindara | 4 Maret 2011

MAHASISWA MAKASAR BELUM SIAP DENGAN UNIVERSITAS KELAS DUNIA (WORLD CLASS UNIVERSITY)

Dalam suatu perbincangan dengan beberapa teman-teman mahasiswa, ternyata masih banyak yang tidak paham dan bahkan bingung dengan istilah World Class University. Kan tidak lucu jika wacana World Class University terus digaungkan di perguruan tinggi di Makassar tapi toh nyatanya mahasiswanya sendiri yang belum siap serta bahkan bingung dengan kata World Class University itu sendiri. Di Makassar ada beberapa perguruan tinggi yang sudah menggaungkan wacana World Class University yakni Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makasar (UNM), Universitas Muslim Indonesia dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Di Perguruan tinggi di Makassar saya melihat terjadi krisis kualitas keluaran mahasiswa sehingga banyak keluaran mahasiswa dari perguruan tinggi yang tidak bermutu. Akibatnya pengangguran dari kalangan terdidik menyandang kata sarjana menjadi sangat banyak dan meningkat setiap tahunnya. Tentunya ini menjadi “pekerjaan rumah” yang besar bagi para pimpinan universitas dan segenap jajarannya untuk menyelesaikan permasalahan ini serta peran serta mahasiswa itu sendiri. Hanya akan menjadi sebuah angan jauh  menuju World Class University jika hal ini tidak menjadi perbaikan kedepannya padahal salah satu indicator WCU ialah Graduate employability yakni indikator yang menunjukkan seberapa baik lulusan universitas dapat bekerja dalam berbagai bidang serta seberapa besar gaji mereka. Saya pikir untuk menuju World Class University dimana mahasiswa yang menjadi obyeknya sebenarnya cukup dengan melaksanakan tri dharma perguruan tinggi itu sendiri secara optimal yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendidikan

Peningkatan kualitas pendidikan mutlak dilakukan seiring menuju World Class University. Kita bisa melihat bagaimana Universitas Negeri Makassar dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar berlomba-lomba untuk mempermak kampus secantik mungkin dengan berbagai gedung cantik yang indah. Tapi sarana dan fasilitas untuk menunjang proses akademik seperti laboratorium sangat minim bahkan mahasiswa mesti ke kampus lain yang fasilitas laboratoriumnya lebih lengkap.

Dalam tataran mahasiswa makassar, sepertinya pendidikan moral dan agama perlu menjadi perhatian penting untuk ditingkatkan lebih baik lagi dan tentu saja dengan metode pembelajaran yang lebih baik. Gambaran mahasiswa makassar yang rusuh dan seperti tak bermoral menjadi sebuah tanda tanya besar bagi mahasiswa Makassar siap tidaknya mereka dengan World Class University. Kan tidak lucu jika ada mahasiswa yang membakar kampusnya sendiri. Terlebih lagi jika World Class University terlaksana dan mahasiswa asing ke Makassar. Apa kata dunia? World Class University akan hancur dalam waktu singkat.

Kemampuan bahasa yang dimiliki sebagian besar mahasiswa juga sangat kurang. Untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar saja masih sangat jauh apalagi menguasai bahasa asing. Mahasiswa sekarang ini juga mulai kurang kritis dan takut untuk mengeluarkan pendapat baik itu dalam ruang proses akademik terlebih di depan umum. Aktivitas membaca buku dan menulis menjadi sangat jarang dilakukan oleh mahasiswa.

Pendidikan hari ini juga lagi menggenjarkan pendidikan entrepreneurship yakni bagaimana mengubah pola pikir mahasiswa yang orientasinya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi seorang Enterpreneur. Tapi kita lihat hasilnya pendaftaran menjadi pegawai negeri sipil masih sangat membludak tidak hanya di Makassar tetapi juga di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

Untuk memperbaiki semua ini salah satunya diperlukan perbaikan metode pengajaran yang lebih baik. Teaching quality juga menjadi salah satu indicator World Class University.

 

Penelitian

Selain sebagai salah satu tri dharma perguruan tinggi, kualitas penelitian juga menjadi salah satu indicator penting dalam world class university. Hasil-hasil penelitian mahasiswa hanya menjadi tumpukan sampah dalam rak-rak buku yang tidak pernah diaplikasikan atau bahkan sekedar dipublikasikan kepada Masyarakat. Salah satu point tri dharma perguruan tinggi yakni penelitian ini menjadi hal yang paling jarang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian pun baru dilakukan menjelang penyelesaian studi untuk mendapatkan gelar sarjana. Istilahnya sekarang yang penting selesai sehingga kebanyakan hasil penelitian mahasiswa kebanyakan biasa-biasa saja.

Ada kelesuan dari penelitian mahasiswa yang kebanyakan hasilnya kurang berkualitas bahkan mengandung unsure plagiatisme. Penelitian mahasiswa makasar juga hanya masih sebatas menguji metode penelitian yang ada tanpa menghasilkan temuan baru seperti yang kita lihat di perguruan tinggi di Jawa seperti di Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada yang sudah World Class University.

Untuk menuju World Class University, penting dilakukan perbaikan dan peningkatan budaya meneliti dikalangan mahasiswa dan tidak hanya dilakukan pada saat akan penyelesaian studi saja. Jika budaya meneliti sudah ditegakkan, peran kampus itu sendiri yang kemudian memediasi penelitian mahasiswa yang bermanfaat bagi masyarakat untuk dipublikasi seluas mungkin kepada masyarakat. Tapi yang kemudian yang terjadi sehabis seminar hasil penelitian, tidak ada lagi tindak lanjutnya. Hasil penelitian hanya diketahui oleh segelintir mahasiswa itu sendiri dan dosen yang mengujinya. Publikasi penelitian sangat kurang dilakukan bahkan hampir tidak ada padahal point penting dalam kualitas penelitian itu sendiri yakni publikasi penelitian yang bermanfaat dan diketahui oleh masyarakat secara luas.

 

Pengabdian kepada masyarakat

Mahasiswa yang melakukan pengabdian kepada masyarakat bisa saya katakan hanya menjadi seorang buruh di masyarakat. Terkadang aspek keilmuan yang didapatkan diperguruan tinggi tidak diterapkan. Saya pikir jika kita bicara soal pengabdian kepada masyarakat yang kita lakukan adalah benar-benar bermasyarakat dalam artian bagaimana mengubah pola pikir masyarakat yang kurang baik menjadi baik, dari yang tidak mandiri menjadi mandiri dan tentunya tidak menggurui masyarakat itu sendiri.

Pengabdian masyarakat bukan sekedar dengan mengundang masyarakat, menyalakan proyektor dan presentasi di depan masyarakat. Ini menurut saya sangat tidak efektif karena kita mengambil waktu masyarakat yang digunakan untuk bekerja atau waktu senggang masyarakat untuk beristirahat setelah bekerja. Memberikan contoh langsung kepada masyarakat sesuai permasalahan yang dihadapi menurut saya adalah langkah  yang paling tepat.

Jika kita bisa mengoptimalkan tri dharma perguruan tinggi ini, bukan hal yang mustahil untuk menuju bahkan menggapai World Class University itu. Wallahu a’lam

Iklan

Responses

  1. sepakat daeng…

    Suka

    • Desi: iye’ daeng..

      Suka

  2. sumanga’ tuk menjadi mahasiswa kelas dunia………………….

    Suka

    • Anchie: Sama-sama.. Terima kasih telah brkunjung ke blog saya..

      Suka

  3. g semua asumsi ini gw sepakati, tapi sepakat banget dengan
    “Pendidikan hari ini juga lagi menggenjarkan pendidikan entrepreneurship yakni bagaimana mengubah pola pikir mahasiswa yang orientasinya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi seorang Enterpreneur”.
    kalo boleh berasumsi, iklim dimakassarlah yang mengatur mindsite kita tuk jadi PNS. karna dimakassar (SULSEL) PNS adalah pekerjaan DEWA yang menjadi tujuan utama. hal ini berbeda dengan teman teman kami yang berada diwilayah kaltim (kebetulan sy dari kaltim dan kuliah dimakassar) yang goalnya bukan semata mata sebagai PNS.
    ditunggu asumsi lainnya bro…

    Suka

    • Abi: terima kasih berkunjung ke Blog sy.. mungkin kt bs brtukar pikiran atas ketidak sepakatannya…

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: