Oleh: akbarmangindara | 2 Maret 2011

MENJADI MAHASISWA DUNIA YANG MAMPU MENGENDALIKAN DIRI

Dalam suatu khotbah Jumat di Masjid kampus UIN, khatib yang juga seorang guru besar di UIN  kemudian berkhotbah menceritakan pengalamannya sewaktu bertemu Komaruddin Hidayat rector UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sang rector kemudian bertanya tentang dirinya, anda dari mana? Saya dari Makassar jawab sang khatib itu.

Lebih lanjut kemudian sang rector berkata, saya miris melihat kondisi mahasiswa Makassar yang sering tawuran, padahal sumber peradaban dan yang dapat mewujudkan masyarakat madani adalah mahasiswa. Jika pondasi peradaban saja sudah sangat rapuh, bisa dipastikan bangunan peradaban itu mudah ambruk.

Mengapa mahasiswa makassar ketika melakukan aksi demonstrasi sering berakhir rusuh? Tanya sang khatib dengan sedikit mengangguk. Itu karena mahasiswa tidak mampu mengendalikan dirinya. Kata sang khatib dengan tatapan yang sangat serius kepada para audience jumat yang rata-rata adalah mahasiswa.

Karena ketidakmampuan mengendalikan diri banyak mahasiswa terjebak dalam suatu dinamika yang tak kunjung terselesaikan. Belum terselesaikan satu masalah, datang lagi masalah baru sehingga ini berdampak pada gesekan-gesekan yang sering terjadi di perguruan tinggi di Makassar yakni tawuran antar mahasiswa.

Pengendalian diri menjadi sangat penting jika mahasiswa ingin sukses di perguruan tinggi dan menjadi mahasiswa dunia. Apa susahnya belajar bahasa inggris, apa susahnya memahami materi yang diberikan dosen selama dua jam, apa susahnya hidup dengan penuh kedamaian.

Mengutip kata Prof. Bj. Habibie bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya orang bodoh yang ada adalah orang malas. Malas membaca, menulis, berpikir. Jika saja mahasiswa mampu mengendalikan dirinya dan ingat tujuan awal kuliah maka tawuran mahasiswa tidak akan terjadi dan wujud untuk menjadi mahasiswa dunia yang cerdas dan berperadaban di kampus-kampus Makassar bukanlah hal yang mustahil. Wallahu a’lam.

Iklan

Responses

  1. K Imran: betul-betul. utk itu sudah saatnya kita mahasiswa sekarang yg mngubahnya.. Kita yang muda yang menggantikan generasi trdahulu yg anarkis dan tdk etis..

    Suka

  2. Ani: kedua-duanya sama-sama terkenal.. masih ada cara2 yg lebih etis utk beraspirasi.. mggunkan cara2 ilmiah sprti lewat tulisan di media..

    Suka

  3. Perasaan bkn tawuranx yg terkenal tp demo anarkisx… Itupun rata2 terjadi ketika para elite politik itu berusaha menutup kuping. Nanti ketika anarkisme di tunjukkan baru mereka mau menampakkan diri dan bertindak…
    Semuax serba lelet..!!!

    Suka

  4. menjadi kiblat merupakan prestasi yang harus kita malukan

    Suka

  5. emang dasar si pembuatnya ….
    hal yang sama terjadi di pusat ibukota lainnya .

    Suka

    • Mino : Hahahah. tapi kan yg lebih eksis tawuranx di Mkasar.. Jd sy pikir wajar jk kiblat tawuran mahasiswa di Indonesia akan mngarah ke Mkasar..

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: