Oleh: akbarmangindara | 4 Februari 2011

LETTER FOR MOM

Banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk berziarah di makam, sekedar untuk mengenang orang-orang terkasih mereka. Banyak pula yang menghabiskan waktu dengan duduk melamun di teras rumah. Tapi aku ingin menghabiskan waktu bersamamu bu. Bercerita tentang kisahku dahulu sewaktu kecil atau menanam bunga di depan teras rumah kita bersama ayah. Memang indah untuk di kenang.

Teringat dikala kecilku dahulu bagaimana kau selalu menghapus air mataku di kala aku meminta sesuatu yang sebenarnya tidak bisa kau penuhi tapi kau selalu berusaha memenuhinya, mencarikan hal yang lain yang membuatku dapat bergembira. Kau membuatku mengerti hidup ini, mengajariku pendidikan spiritual dan budi pekerti yang baik. “Jaga shalatmu nak” pesan yang selalu kau berikan padaku.

Sering aku menuliskan puisi-puisi terindah dan aku bacakan di depanmu tapi sebenarnya engkaulah bu hal yang terindah itu. Kadang aku ingin berkeluh kesah menuangkan segala gundahku kepadamu bu tapi aku batalkan. Aku tahu engkau sudah terlalu banyak memikul beban tapi sunggingan manis di wajahmu selalu menutupinya. Engkau tidak bisa membohongiku bu. Cerita nenek, ibu setiap malam menangis dan berdo’a, betapa rindumu kepada anak-anakmu bu. Memang berat melepas tiga anak sekaligus, terpisah jarak yang cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan. Aku menangis ketika mendengar hal ini dari nenek.

Aku merasa bersalah tidak mengabarkan kabarku di kala itu hingga tak kala rindumu memuncak Engkau menelponku sekedar menanyakan kabarku.

Ibu memang ibu nomor satu di dunia. Seorang pejuang yang sangat hebat. Melahirkan, membesarkan dan mendidik empat putra dan satu putri yang semuanya diperlakukan sama. Aku putra ketiga darinya. Selain itu ibu juga memiliki ratusan anak lain yang dia didik dalam sebuah sekolah dasar. Betapa perjuangan ibu sangatlah besar. Ibu mengajarkan kebahagiaan dan aku sangat bangga terhadapnya.

10 Desember adalah peringatan hari ulang tahunmu. Anak yang lain mungkin berbahagia ketika memberikan kado di saat ulang tahun ibu mereka. Tapi aku merasa sedih ketika harus memberikan kado, hadiah ulang  tahun buatmu. Aku sedih melihat setiap kerutan di mukamu dan rambutmu yang terus memutih setiap tahunnya tapi aku belum bisa memberikan sesuatu yang bisa membahagiakanmu . Kado-kado yang aku buat sendiri dan yang ingin diberikan kepadamu setiap ulang tahunmu mungkin sudah kusam dalam kotak imajinasiku. Aku merasa tidak pantas memberikannya padamu bu, sesuatu yang tidak berharga aku berikan padamu sebagai hadiah ulang tahunmu. Cahaya seluas dunia sebesar kasih sayangmu padaku tak ternilai harganya. Kembali di hari ulang tahunmu aku hanya bisa mendoakanmu semoga Ibu mendapatkan segala yang terbaik dari Allah SWT.

Teringat kala aku pertama kali putus dengan pacar pertamaku. Dadaku terasa sesak, merasa bersalah dan menangis. Memang cengeng aku ini hingga menumpahkan keluh kesahku terhadapmu bu. Engkau hanya berkata “aku bersamamu nak”. Tiga kata yang sangat menenangkan perasaanku. Sekarang jika orang lain mungkin berpikir dan mengatakan aku adalah pria manja terhadap ibunya, maka aku akan berterima kasih dengan julukan itu.

Aku bodoh dan sangat berdosa ketika aku malu mempunyai ibu sepertimu. Ya Allah, terima kasih telah mengirimkan ibu yang sangat baik buatku. Semoga Allah meluaskan surganya untukmu bu.

Iklan

Responses

  1. really like this note,,,,,,,,,,,

    Suka

    • thank you..

      Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: