Oleh: akbarmangindara | 25 Oktober 2016

TIPS Lulus Program Pasca Sarjana FIK Universitas Indonesia

Universitas Indonesia

Ini pengalaman saya lulus di pasca sarjana fakultas ilmu keperawatan Universitas Indonesia mengambil konsentrasi spesialis keperawatan komunitas. Berasal dari kampung jauh tertinggal di kaki Sulawesi, kuliah di Universitas Indonesia itu kayak ibarat mimpi. Sampai teman bapak nanyain, kenapa bisa lulus UI? Kok bisa lulus, bayar berapa untuk lulus UI? Yah pokoknya bagi orang di kampung, lulus UI tuh seperti hal yang mustahil banget gitu. Jika dihitung-hitung alumni UI yang terdeteksi di kampung, hanya ada 1 orang dan dia sekarang bekerja di Puskesmas sebagai dokter umum.

Syukurnya adalah teman-teman tidak perlu cantik atau ganteng untuk lulus di UI. Bagi teman-teman yang ingin melanjutkan pasca sarjana di Universitas Indonesia, UI membuka 3 kali kesempatan setiap tahun (periode April, Juni, Oktober). Tes masuknya itu dinamakan SIMAK UI, teman-teman bisa lihat di sini. Terkhusus untuk Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keperawatan, UI biasanya cuma membuka 2 kali pendaftaran dalam setahun yakni periode april dan juni.

Untuk lulus di UI gampang-gampang susah. Ikuti saja segala proses yang ada. Apa saja yang harus dipersiapkan untuk lulus SIMAK UI?

1. Keyakinan

Teman-teman harus yakin dengan diri sendiri dan kemantapan dari hati untuk melanjutkan pendidikan, khususnya bagi teman-teman perawat yang ingin melanjutkan ke jenjang spesialis yang saat ini cuma ada di Universitas Indonesia. Keyakinan disini juga meliputi kesanggupan keuangan juga jika Insha Allah teman-teman lulus UI. Lebih bagus lagi jika teman-teman sudah mendapatkan beasiswa. Keyakinan menjadi berlipat ganda.

2. Belajar

Kalau teman-teman sudah yakin, sekarang waktunya belajar. Berusahalah untuk mempelajari soal-soal UI. Jangan mengandalkan “untung-untungan” untuk lulus. Pengalaman menghadapi SIMAK UI, soal-soal ujiannya sedikit berbeda jika menilik ke belakang menghadapi soal-soal ujian SNMPTN sewaktu akan masuk S1 dulu. Tes SIMAK UI menggunakan sistem minus 1 untuk satu jawaban yang salah. Makanya kata untung-untungan di sini tidak berlaku. Belajar dan jawab soal yang bisa dijawab saja. Saran aja, Lebih baik teman-teman mempelajari buku Lulus SIMAK UI untuk Pascasarjana. Selain itu di UI sendiri, satu bulan sebelum tes SIMAK UI, biasanya ada kelas persiapan menghadapi tes SIMAK UI. Saya sendiri beberapa kali mengikuti kelas persiapan tes SIMAK UI di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI dan itu Free. Disitu akan dibahas semua contoh soal-soal SIMAK UI dan cara menjawabnya oleh profesornya langsung. Untuk jadwal biasanya diadain setiap 2-3 kali seminggu selepas sholat Ashar.

3. Mendaftar

Nah kalau sudah yakin dan belajar jangan lupa untuk mendaftar SIMAK UI. Jangan sampai karena terlalu yakin, bersemangat belajar, eh lupa mendaftar SIMAK UI nya. Terkhusus buat yang ingin masuk di pasca sarjana FIK UI, sebaiknya dibaca dulu syarat-syarat mendaftar di pasca sarjana FIK UI. Beberapa syarat yang wajib itu bagi teman-teman yang mendaftar yaitu harus lulusan IPA sewaktu SMA dan bukan IPS atau lulusan SMK, memiliki pengalaman kerja minimal setahun (Pokoknya tidak jauh-jauh dari keperawatan, apakah bekerja di pelayanan atau di pendidikan, ssal jangan pengalaman kerja di BANK aja yang dimasukkan), membayar biaya pendaftaran sebesar satu juta rupiah.

4. Berdoa

Sudah yakin, sudah belajar dan sudah mendaftar jangan lupa berdoa kepada Allah serta jangan lupa juga minta doa dari orang tua sebelum ujian. Jika Segala upaya, daya telah dikerahkan, sisanya Serahkan kepada Allah.

Itu saja sedikit TIPS dari saya, semoga membantu dan saya tunggu teman-teman sejawat untuk bergabung di keluarga besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.


img20160410105025img20160604122235 img20160605130620 img20161024100757img20160909111306

img20161023154125img20160825160602 img20161023154249 img20161024091956

Iklan
Oleh: akbarmangindara | 14 Mei 2016

Malam “I La Galigo, Asekku” di Taman Ismail Marzuki

Foto bersama para Pemain Teater Tari I La Galigo, Asekku !

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.32 WIB ketika saya tiba di gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Saya sudah telat ini, pikirku berkecamuk! Saya menghabiskan waktu 3,5 jam hanya untuk jarak 22 KM. Jakarta memang sungguh luar biasa.

Keramaian masih nampak di lobi Graha Bhakti Budaya. Beberapa orang masih mengantri untuk tiket pertunjukan “I la Galigo, Asekku”. Terdengar sahut-sahutan orang-orang menggunakan bahasa Makassar dengan logat kentalnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: akbarmangindara | 15 Januari 2016

Kisah Kahar, Kusta dan Cerita Tentang Difabel

Karena Kerbatasan Tidak Akan Menghalangi Kita Untuk Berbuat Lebih

Sudah bukan rahasia lagi kalau para penyandang difabel acapkali di cap sebagai warga kelas 2. Di negeri ini, “perbedaan” masih sulit diterima. Masih ingat, seberapa hebat pun seorang Gusdur dan walaupun dia sudah menjadi presiden, pandangan miring sebagian besar masyarakat kita masih tidak mau menerima. “Ah orang buta bisa ngapain? yang milih gusdur pasti juga buta.” Baca Lanjutannya…

Oleh: akbarmangindara | 8 Januari 2016

Oppo R7s, Teman Baru Di Awal Tahun 2016

Selamat datang, Oppo R7 s

Selamat datang di rumah, Oppo R7 s

Minggu, 3 Januari 2016. Hari mulai siang, di luar jalanan kendaraan mulai padat merayap. Ini adalah hari terakhir liburan tahun baru 2016. Dari kendaraan, kami duduk sambil mendengarkan Lagu-lagu dari linkin park yang sudah 3 jam lamanya bersahut-sahutan mengiringi perjalanan dari rumah yang berada di kabupaten jeneponto menuju ke kota Makassar. Bukan tanpa sebab bapak memutar lagu-lagu dari linkin park yang cenderung keras selama perjalanan, itu karena Bapak sering mengantuk ketika berkendara dan butuh musik keras untuk menjaganya tetap dalam keadaan sadar penuh. Baca Lanjutannya…

Oleh: akbarmangindara | 22 Desember 2015

Serba-Serbi Desember 2015

22 Desember 2015. Hari ini bertepatan dengan perayaan Hari Ibu, oleh karenanya pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat hari Ibu bagi seluruh ibu yang ada di dunia.

Sudah hampir setengah setahun lamanya saya meninggalkan blog ini. Lumayan Rindu juga untuk kembali berbagi pengalaman lewat postingan di blog ini. Bukan bosan tapi lebih ke faktor kesibukan pribadi (syok syibuk). Hehehe

**

Desember identik dengan hujan dan Hujan sendiri adalah sebuah keberkahan.

Desember kali ini cukup mengesankan buat saya pribadi. Banyak hal yang telah terjadi dan sebuah kesyukuran besar bisa mengikuti setiap proses yang ada di dalamnya.

Di awal Desember saya mengikuti pelatihan TB bagi tenaga kesehatan selama kurang lebih 5 hari di Hotel F*V* Makassar, kemudian  2 hari berselang saya menjadi moderator seminar nasional kesehatan terkait penyakit jantung bawaan di Gedung Sipitangari Jeneponto. 1 minggu setelahnya bersama Wasor Kusta Jeneponto melakukan kampanye kusta di Desa “Pappalluang” salah satu daerah paling terisolir di kabupaten Jeneponto. Dan kemudian yang baru saja terlewati kemarin adalah refreshing bersama teman-teman pengelola TB se kabupaten Jeneponto di kabupaten Kepulauan Selayar.

Sungguh pengalaman yang luar biasa di bulan Desember ini. Saya mendapatkan pengalaman baru, bertemu dengan banyak teman-teman baru dan ilmu baru.

Tapi hadiah yang cukup spesial yang saya dapatkan di bulan Desember ini adalah email dari LPDP terkait kelulusan saya dalam wawancara beasiswa LPDP. Ini berarti Insha Allah, saya akan melanjutkan studi master saya di tahun depan.

LPDPSpesialnya lagi karena pengumuman ini bertepatan di tanggal 10 desember yang juga sekaligus bertepatan dengan hari kelahiran mama saya. Mama pun senang dengan info kelulusan saya dan kebahagiaan kelulusan ini saya persembahkan buat mama saya tercinta.

Saya berharap di sisa 9 hari terakhir di tahun 2015 ini saya bisa mendapatkan keberkahan lain. Jodoh Mungkin!!!

***

Oleh: akbarmangindara | 29 Juni 2015

Santri, Masjid dan Kekerasan Terhadap Anak-Anak


Memulai tulisan ini saya mengucapkan Happy Anniversary buat blog saya yang hari ini berulang tahun yang ke enam. Andaikan seorang anak, dia sudah masuk sekolah dasar kelas 1. Sebagai permintaan maaf dan sebagai hadiahnya saya membuat tulisan setelah lama berpuasa ngeposting tulisan di blog ini selama beberapa bulan.

***

Kemarin saya membaca sebuah postingan di facebook dengan judul “Dibutuhkan Masjid Ramah Anak” dan itu sedikit membuat saya sedikit flashback mengingat ingat kembali dengan kehidupan saya sewaktu saya anak-anak dulu.

Sekitar tahun 1997 sewaktu di kampung (sekarang juga masih di kampung) saya masuk Taman Kanak-kanak Taman Pendidikan Agama (TK TPA) , tepatnya TK TPA Masjid At-Taqwa. Saya menjadi seorang santri untuk pertama kali dan bahagianya tidak ketulungan. Saya bertemu dengan banyak teman dan guru-guru ngaji yang super sabar dan baik hati mengajar kami. Selama perjalanan menjadi seorang santri saya mendapatkan begitu banyak pembelajaran selain tentunya belajar mengenal huruf-huruf arab dan membaca Al-Qur’an.

Jauh di pikiran saya sewaktu masih anak-anak dulu adalah bahwa ketika saya mengingat Masjid yang terlintas di pikiran saya bukan shalat melainkan bahwa saya akan bertemu dengan teman-teman baru saya, mengaji bersama, bermain, berlarian, kejar-kejaran di masjid. Masjid menjadi tempat yang sangat “Fun” sehingga dulu, masjid menjadi magnet yang sangat kuat bagi kami anak-anak untuk datang ke masjid, ya walaupun masih ada hal yang tidak menyenangkan juga. Tetapi hal yang menyenangkan jauh lebih banyak.

Kami belajar mengaji setiap sore selepas shalat Ashar. Bu Jinne, bu Rohani dan pak Tono adalah 3 guru ngaji saya yang super duper baik dan sabar. Guru-guru yang masih suka marah-marah kepada siswa-siswanya mungkin harus belajar kepada ketiga guru ngaji saya ini tentang bagaimana cara menghadapi anak-anak. Mereka begitu sabar mengajari kami yang puluhan santri mengaji dimulai dari Iqra sampai Al-Qur’an. Tidak pernah tuh ada satu kalimat kasar yang keluar dari ketiga mulut beliau apalagi memukul. Mereka sangat berpengaruh dalam hidup saya. Mereka menjadi tauladan saya utamanya dalam hal bersabar.

Satu hal yang tidak menyenangkan sewaktu Santri dulu cuma tentang H.Tinri (Alm). Ya, Namanya H.Tinri, salah satu alasan kenapa kami mulai tidak nyaman di Masjid karena ada beliau yang selalu memarahi kami setiap kali kami bermain, berlarian di Masjid. Buat Beliau mungkin bahwa kehadiran kami (anak-anak) mengganggu padahal kami pun bermainnya setelah shalat ashar selesai dan setelah mengaji. Pokoknya H.Tinri selalu menjadi momok yang menakutkan bagi kami para santri yang suka bermain dan berlarian di Masjid. Makanya setiap kali mau bermain, kita lihat sekeliling dulu apakah H.Tinri ada atau tidak. Kalau ada, pecah deh suasana masjid, ributnya tidak ketulungan (hehehe). Tetapi ada saja sih teman yang membandel, walaupun H.Tinri ada tetap saja selalu ada santri yang bermain kejar-kejaran di dalam Masjid.

Makanya di usia dewasa saya sekarang saya mengerti sekali dengan dunia anak, dan berusaha untuk tidak melakukan hal yang orang dewasa dulu lakukan kepada saya sewaktu anak-anak yakni berkata kasar . Satu hal yang saya pelajari dari pengalaman masa lalu bahwa sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hal ini kekerasan verbal maupun fisik akan begitu sangat membekas dan jadi trauma psikologis tersendiri. Mungkin saya adalah salah satu dari ribuan manusia yang sewaktu kecil sudah penuh dengan kekerasan. Kekerasan yang saya alami lebih banyak mengarah kepada kekerasan secara verbal. Ya saya sudah kenyang dengan Bullyan dari SD sampai SMA, tapi yah gituh, saya mah sabar orangnya walaupun sesekali nangis di pojokan hehehe. 

Kekerasan terjadi karena banyak yang melakukan hal demikian dan akhirnya terbentuk lingkungan menjadikan itu sesuatu yang lumrah. Kekerasan terhadap anak tidak akan pernah hilang dari dunia ini selama kita masih menganggap ini adalah hal yang wajar-wajar saja. Dan please buat orang dewasa lainnya, dan ini yang kemudian saya ingin katakan semasa kecil dulu adalah tolong berhenti menjadi manusia dewasa yang menyebalkan yang tidak mengerti kami para anak-anak.

 

Oleh: akbarmangindara | 5 Maret 2015

Melihat Sisi Positif Dari Maraknya Aksi Begal Motor

wpid-meme_begal

Halo Gaesss. Apa Kabar? (Dialek versi Dodit Mulyanto)

Ini postingan pertama saya di blog tahun ini. Agak riskan memang, blog ditinggal selama 2 bulan. Sudah mulai banyak sarang laba-labanya. Disitu kadang saya merasa sedih.

Tuan rumah selama 2 bulan terakhir ini terungsikan di tempat nun jauh dari jaringan mbah mbah google, mengabdikan diri di masyarakat dalam mengurus kesehatan keluarga orang lain dan kesehatan para lansia (lanjut usia) di tempat saya mengabdikan diri.

***

Akhir-akhir ini, aksi kekerasan begal motor selalu menjadi trending topic di media dunia maupun di akhirat.  Bahkan sempat masuk di mimpi saya. Tak segang-segang aksinya kerap kali menimbulkan korban jiwa. Tapi saya tidak mau membahas sisi negativenya, saya cuma mau membahas sisi positifnya saja. Aksi Begal Motor ini ternyata punya sisi positif juga, diantaranya:

1. Mengurai Kemacetan

Semenjak aksi kekerasan dari begal motor ini marak dan terus menerus diberitakan, kemacetan di waktu-waktu malam hari agak mulai berkurang. Hiruk pikuk kendaraan yang biasanya masih banyak hingga menjelang tengah malam kini jadi sedikit lengang.

2. Zina jalanan Berkurang

Salah satu target aksi begal motor ini jika menengok kembali berita di media itu adalah muda-mudi yang berdua-duaan di atas motor di tempat sepi. Menurut survey versi saya, sekitar 85 % muda-mudi yang berpacaran di jalanan sekarang-sekarang ini apalagi pada saat malam hari itu mulai berkurang. komunitas Jomblo pasti bahagia mendengar kabar ini.

3. Penjualan Motor Meningkat

Dari aksi begal motor ini kemudian berkorelasi positif terhadap meningkatnya penjualan motor-motor baru. Kredit motor baru sekarang ini lumayan murah malahan ada yang tanpa DP. Sudah itu dapat asuransi lagi. Jadi kalau motor hilang, dicuri atau dirampas sebelum kreditnya lunas kan tinggal urus surat keterangannya di kantor polisi. Setelah itu melapor di pihak dealer motor, habis itu perkara selesai tinggal tunggu uang penggantian dari motor yang hilang atau diganti dengan motor baru lagi.

Ini beberapa yang sempat terpikir dari kepala batu saya, kalau ada teman yang mau menambahkan sisi positif dari aksi begal motor, silahkan taruh di kolom komentar. Terima kasih.

 

Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: